Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Kompas.com - 08/03/2021, 21:56 WIB
Bashar al-Assad ungkap rasa terima kasih dan menyatakan puas atas gencatan senjata Rusia-Turki di Idlib, Suriah. (AFP/SANA) AFP/SANABashar al-Assad ungkap rasa terima kasih dan menyatakan puas atas gencatan senjata Rusia-Turki di Idlib, Suriah. (AFP/SANA)

DAMASKUS, KOMPAS.com – Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan istrinya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh kantor kepresidenan Suriah dalam sebuah unggahan di Twitter, Senin (8/3/2021).

Para pejabat mengatakan, Presiden Assad yang berusia 55 tahun dan istrinya Asma berada dalam kondisi yang baik dan stabil.

Baca juga: Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Melansir Sky News, pasangan suami istri tersebut akan kembali bekerja setelah menghabiskan isolasi mandiri selama dua hingga tiga pekan di rumah.

Dalam sebuah pernyataan, kantor kepresidenan Suriah mengatakan, Assad dan Asma melakukan tes swab PCR setelah merasakan gejala ringan.

Suriah, yang menandai 10 tahun perang pada pekan depan, telah mencatat hampir 16.000 kasus Covid-19 dan lebih dari 1.000 kematian akibat virus corona menurut Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Biden Ungkap Pesan Terselubung dari Serangan Udara Pertama di Suriah

Negara itu memulai kampanye vaksinasi pekan lalu, tetapi tidak ada rincian yang diberikan tentang prosesnya.

Menteri Kesehatan Suriah Hasan Al-Ghabbash mengatakan, pemerintah mendapatkan vaksin dari negara sahabat. Namun dia enggan menyebutkan nama negaranya.

Belum jelas apakah Assad dan anggota keluarganya telah divaksinasi.

Baca juga: Suriah Kutuk Keras Serangan AS sebagai Tindakan Pengecut

Melansir Middle East Monitor, saat ini Suriah terlibat dengan Rusia dan China terkait vaksin yang diproduksi di dalam negeri.

Pemerintah Suriah juga menandatangani perjanjian Covid-19 Vaccines Global Access (Covax) yang berupaya memastikan setiap negara mendapat akses terhadap vaksin virus corona.

Bulan lalu, New York Times melaporkan bahwa Israel setuju untuk mendanai vaksin buatan Rusia untuk Suriah sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan.

Namun, baik Suriah dan Rusia membantah laporan tersebut.

Baca juga: AS Gunakan Bom Presisi 500 Pon dalam Serangan Pertamanya di Suriah


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bulu Mata Palsu Buatan UMKM Indonesia Tembus Pasar Bulgaria

Bulu Mata Palsu Buatan UMKM Indonesia Tembus Pasar Bulgaria

Global
Pangeran Philip dan Kecintaannya pada Land Rover, Modifikasi Sendiri Mobil Jenazahnya

Pangeran Philip dan Kecintaannya pada Land Rover, Modifikasi Sendiri Mobil Jenazahnya

Global
Dubes RI di Panama City Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden Panama

Dubes RI di Panama City Serahkan Surat Kepercayaan ke Presiden Panama

Global
Dijatuhi Sanksi AS, Ini Balasan Rusia

Dijatuhi Sanksi AS, Ini Balasan Rusia

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

[Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

Internasional
Gaji Karyawan Ini Dipotong Rp 3 Juta karena Kelamaan di Toilet

Gaji Karyawan Ini Dipotong Rp 3 Juta karena Kelamaan di Toilet

Global
Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Global
Belajar dari Tsunami Kasus Covid-19 di India: Terlena Pangkal Petaka

Belajar dari Tsunami Kasus Covid-19 di India: Terlena Pangkal Petaka

Global
Begini Cara Pangeran William dan Kate Middleton Bantu Tiga Anaknya Berkabung atas Pangeran Philip

Begini Cara Pangeran William dan Kate Middleton Bantu Tiga Anaknya Berkabung atas Pangeran Philip

Global
Penerima Vaksin Pfizer Mungkin Butuh Dosis Ketiga Setelah 6-12 Bulan

Penerima Vaksin Pfizer Mungkin Butuh Dosis Ketiga Setelah 6-12 Bulan

Global
Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Global
Pelaku Penembakan Indianapolis Mantan Pegawai FedEx, Bermotif Rasial atau Etnik

Pelaku Penembakan Indianapolis Mantan Pegawai FedEx, Bermotif Rasial atau Etnik

Global
Persiapan Pemakaman Pangeran Philip: William-Harry Dipisah, Ratu Duduk Sendiri

Persiapan Pemakaman Pangeran Philip: William-Harry Dipisah, Ratu Duduk Sendiri

Global
Pihak Berwenang AS Sudah Diperingatkan Soal Potensi Serangan Pelaku Penembakan Indianapolis Tahun Lalu

Pihak Berwenang AS Sudah Diperingatkan Soal Potensi Serangan Pelaku Penembakan Indianapolis Tahun Lalu

Global
Penembakan Indianapolis: Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Penembakan Indianapolis: Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Global
komentar
Close Ads X