Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Kompas.com - 07/03/2021, 18:42 WIB
Pertemuan antara Paus Fransiskus (kanan), dan pemimpin Muslim Syiah Ayatollah Ali al-Sistani (kiri) di Najaf, Irak, Sabtu (6/3/2021) AYATOLLAH ALI AL-SISTANI'S OFFICE via AP Pertemuan antara Paus Fransiskus (kanan), dan pemimpin Muslim Syiah Ayatollah Ali al-Sistani (kiri) di Najaf, Irak, Sabtu (6/3/2021)

BAGHDAD, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus secara tegas mengkritik ekstremisme saat mengunjungi Ur, pada Sabtu (6/3/2021).

Kota Irak kuno ini diyakini sebagai tempat kelahiran Abraham, leluhur bersama bagi umat Yahudi, Kristen, dan Muslim.

Paus Fransiskus mengkritik ekstremisme sebagai "pengkhianatan terhadap agama," pada hari kedua dari kunjungan kepausan pertama ke Irak.

Berbicara dalam pertemuan pemimpin antaragama, Paus Fransiskus mengutuk kekerasan yang telah melanda Irak beberapa tahun terakhir. Ia juga menyerukan persahabatan dan kerja sama antar agama.

"Semua komunitas etnis dan agama telah menderita. Secara khusus, saya ingin menyebutkan komunitas Yazidi, yang telah berduka atas kematian banyak pria dan menyaksikan ribuan wanita, anak perempuan dan anak-anak diculik, dijual sebagai budak, mengalami kekerasan fisik dan konversi paksa," kata Paus Roma ke-266 itu melansir CNN pada Sabtu (6/3/2021).

Paus Fransiskus juga memuji upaya pemulihan di Irak Utara, di mana teroris ISIS menghancurkan situs bersejarah, gereja, biara, dan tempat ibadah lainnya.

"Saya memikirkan relawan muda Muslim di Mosul, yang membantu memperbaiki gereja dan biara. Mereka sudah membangun persahabatan persaudaraan di atas puing-puing kebencian. Juga orang-orang Kristen dan Muslim yang saat ini bersama-sama memulihkan masjid dan gereja," katanya.

Baca juga: Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Pidato yang menyerukan kerja sama antar agama tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Paus mengadakan pertemuan bersejarah dengan ulama Muslim Syiah yang dihormati, Ayatollah Ali al-Sistani di kota suci Najaf.

Pertemuan Paus dengan al-Sistani yang berusia 90 tahun berlangsung selama 45 menit. Ulama Muslim Syiah itu jarang muncul di depan umum.

Pertemuan keduanya mewakili salah satu pertemuan puncak terpenting, antara seorang Paus dan seorang tokoh Muslim Syiah terkemuka dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Global
Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Global
Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Global
Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Terobsesi Kebugaran Tubuh, Ayah ini Paksa Anaknya Tanda Tangan Kontrak Tidak Boleh Gemuk

Global
Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Kisah Diskriminasi Rasial yang Dilupakan dari Tragedi Titanic, 6 Orang China Selamat Diusir

Internasional
Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Konflik Makin Memuncak, Rusia Tangkap Diplomat Ukraina

Global
Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Sebar Video TikTok Menari dengan Sisa Operasi Pasiennya, Ahli Bedah Plastik Brasil Diskors

Global
Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Pangeran Philip Setia Memakai Sepatu Pernikahan Selama 74 Tahun

Global
[KISAH INSPIRASI ISLAM] Meneladani Sifat Umar bin Khattab

[KISAH INSPIRASI ISLAM] Meneladani Sifat Umar bin Khattab

Global
Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Brasil Peringatkan Warganya Tunda Kehamilan karena Varian Corona Brasil

Global
AS Tarik Pasukan, Afghanistan Kembali ke Pangkuan Taliban?

AS Tarik Pasukan, Afghanistan Kembali ke Pangkuan Taliban?

Global
komentar
Close Ads X