Twitter Pastikan Trump Tidak Akan Dapat Miliki Kembali Akun di Platform Itu

Kompas.com - 11/02/2021, 07:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020. AP PHOTO/Evan VucciPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Twitter menegaskan pada Rabu (10/2/2021) tidak akan mengizinkan mantan Presiden Donald Trump untuk kembali memiliki akun di platform media sosialnya.

"Cara kerja kebijakan kami, ketika Anda dihapus dari platform, Anda dihapus dari platform, baik Anda komentator, seorang CFO atau pejabat publik, saat ini atau sebelumnya," ujar Ned Segal, Kepala Keuangan Twitter, dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi CNBC.

Baca juga: Trump Disebut Lebih Bahagia Setelah Lengser dan Tidak “Main” Twitter

Penghapusan akun Trump oleh Twitter terjadi setelah kerusuhan yang dilakukan pendukungnya yang menyebabkan pengepungan mematikan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

Facebook dan jejaring sosial lainnya juga memblokir akses Trump setelah insiden tersebut.

Baca juga: Staf Trump Diblokir dari Twitter karena Tawarkan Akunnya ke Presiden

"Kebijakan kami dirancang untuk memastikan bahwa orang tidak menghasut kekerasan," kata Segal.

"Jika ada yang melakukannya, kami harus menghapusnya dari layanan dan kebijakan kami tidak mengizinkan orang untuk kembali," terangnya, seperti dilansir AFP pada Rabu (10/2/2021). 

Baca juga: Bos Twitter Sebut Pemblokiran Akun Donald Trump Jadi Preseden Berbahaya

Trump adalah pengguna Twitter yang produktif selama kampanye pemilihannya dan selama empat tahun di Gedung Putih. Dia menggunakan platform itu untuk mengumumkan berbagai kebijakan, menyelesaikan masalah, dan untuk kampanye politiknya.

Dia memiliki lebih dari 80 juta pengikut saat akunnya diblokir.

Baca juga: Trump Marah Lihat Kinerja Kuasa Hukumnya Sendiri dalam Sidang Pemakzulan Hari Pertama

Setelah diblokir dari Twitter dan Facebook, Trump seketika menghilang dari media sosial, tetapi pada Senin (8/2/2021) pria 74 tahun itu muncul lagi melalui media sosial Gab, dengan membawa pernyataan penolakan menghadiri sidang pemakzulan di Kongres.

Dalam unggahan pertamanya di Gab, pada Senin itu, ia membalas undangan Anggota Kongres Jamie Raskin agar bersaksi di bawah sumpah pada persidangan pemakzulannya, yang dituduh menghasut pemberontakan yang mengakibatkan kerusuhan Gedung Capitol.

Baca juga: Bintang Porno Kenang Perselingkuhan dengan Trump: 90 Detik Terburuk dalam Hidup Saya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekerja Pelabuhan Italia Tolak Muat Senjata yang Dikirim ke Israel

Pekerja Pelabuhan Italia Tolak Muat Senjata yang Dikirim ke Israel

Global
Pengakuan Mantan Pilot AU Israel: Kamilah Teroris Sebenarnya

Pengakuan Mantan Pilot AU Israel: Kamilah Teroris Sebenarnya

Global
Berebut Wanita, Tentara Inggris Baku Pukul dengan Warga Estonia

Berebut Wanita, Tentara Inggris Baku Pukul dengan Warga Estonia

Global
Perancis Dorong Kembali Resolusi Gencatan Senjata atas Konflik di Gaza

Perancis Dorong Kembali Resolusi Gencatan Senjata atas Konflik di Gaza

Global
Wanita Ini Duduki Suaminya hingga Tewas dalam Sebuah Pertengkaran

Wanita Ini Duduki Suaminya hingga Tewas dalam Sebuah Pertengkaran

Global
Imam Masjid di Kongo Ditembak Mati Usai Shalat Isya

Imam Masjid di Kongo Ditembak Mati Usai Shalat Isya

Global
Menlu AS: Israel Beri Alasan Hancurkan Gedung Kantor Associated Press dan Al Jazeera

Menlu AS: Israel Beri Alasan Hancurkan Gedung Kantor Associated Press dan Al Jazeera

Global
11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

Global
Erdogan Dikecam AS gara-gara Kritik Pedas yang Dianggap 'Anti-Semit'

Erdogan Dikecam AS gara-gara Kritik Pedas yang Dianggap "Anti-Semit"

Global
Dubes RI untuk Rusia Jose Tavare Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Vladimir Putin

Dubes RI untuk Rusia Jose Tavare Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Vladimir Putin

Global
PM Israel Klaim Mereka Berhasil Membuat Hamas 'Mundur Bertahun-tahun' di Gaza

PM Israel Klaim Mereka Berhasil Membuat Hamas "Mundur Bertahun-tahun" di Gaza

Global
POPULER GLOBAL: Momen Pilot Israel saat Lihat Anak-anak Gaza | Militer AS Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

POPULER GLOBAL: Momen Pilot Israel saat Lihat Anak-anak Gaza | Militer AS Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

Global
5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

Internasional
Duterte Larang Menteri Filipina Bahas Laut China Selatan di Depan Umum

Duterte Larang Menteri Filipina Bahas Laut China Selatan di Depan Umum

Global
Mesir Janji Beri Dana Bantuan Rp 7,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Mesir Janji Beri Dana Bantuan Rp 7,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Global
komentar
Close Ads X