[POPULER GLOBAL] Kemarahan Tanggapi Hasil Penyelidikan Asal-usul Covid-19 WHO | Sidang Pemakzulan Trump Ungkap Sisi Haru Anggota Kongres

Kompas.com - 11/02/2021, 06:18 WIB
Pakar dari China dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenakan masker saat mengunjungi Rumah Sakit Wuhan Tongji, pusat wabah virus corona di Hubei, China, 23 Februari 2020. CHINA DAILY/REUTERS via VOA INDONESIAPakar dari China dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenakan masker saat mengunjungi Rumah Sakit Wuhan Tongji, pusat wabah virus corona di Hubei, China, 23 Februari 2020.

KOMPAS.com - Hasil penyelidikan WHO tentang asal-usul Covid-19 di China menimbulkan kemarahan sejumlah pihak, menjadi berita terpopuler di kanal global pada Rabu (10/2/2021) hingga Kamis (11/2/2021). 

Berita terpopuler selanjutnya adalah pemberitaan tentang sidang pemakzulan Donald Trump yang mengungkap cerita haru dari anggota Kongres. 

Simak berita populer global selengkapnya dari Kompas.com berikut ini:

1. Hasil Penyelidikan WHO tentang Asal-usul Covid-19 Picu Amarah, Kenapa?

Kemarahan muncul terhadap hasil penyelidikan WHO yang dituduh "menutupi" asal-usul Covid-19 di China karena disebutkan virus corona tidak berasal dari pasar makanan laut atau dari kebocoran laboratorium di Wuhan.

Sebelumnya, sebuah dugaan digaungkan sejak awal bahwa asal-usul Covid-19 yang muncul pertama di Wuhan itu berasal dari hewan yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan menular ke manusia.

Dugaan lainnya adalah asal-usul Covid-19 berada di Institut Virologi Wuhan yang kemudian bocor dan menyebar semakin luas.

Selengkapnya baca di sini.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Donald Trump Muncul Lagi di Media Sosial dengan Buka-bukaan Suratnya ke Kongres | Jenderal Senior Myanmar Beberkan Alasan Kudeta

2. Sidang Pemakzulan Trump Ungkap Momen Haru Keluarga Anggota Kongres dalam Kerusuhan Gedung Capitol

Jamie Raskin, anggota Kongres yang memimpin sidang pemakzulan Donald Trump pada Selasa (9/2/2021), menggambarkan peristiwa kerusuhan Gedung Capitol mengancam nyawa keluarganya yang datang bersamanya untuk bekerja.

Raskin berhenti beberapa kali untuk menahan air mata, ketika dia menyatakan kasus Demokrat untuk memakzulkan Trump adalah terkait tuduhan menghasut kerusuhan yang mematikan, seperti dilansir AFP pada Selasa (9/2/2021).

Raskin diketahui putranya bunuh diri hanya beberapa hari sebelum peristiwa mengerikan pada 6 Januari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X