Kompas.com - 10/02/2021, 15:33 WIB
Peter Ben Embarek dan Marion Koopmans konfirmasi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPeter Ben Embarek dan Marion Koopmans konfirmasi pers untuk menutup kunjungan tim ahli internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kota Wuhan, di provinsi Hubei China pada 9 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berniat memeriksa ulang data dalam laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis pada Selasa (9/2/2021).

“(Penelitian itu) Termasuk yang mengatakan virus Covid-19 tidak berasal dari laboratorium di Wuhan, China,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, melansir Reuters.

Kepala tim yang dipimpin WHO untuk menyelidiki asal-usul Covid-19 menyatakan bahwa kelelawar tetap menjadi sumber awal virus.

Sementara penularan virus melalui makanan beku menjadi kemungkinan yang masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Akan tetapi, WHO dalam laporannya mengesampingkan kemungkinan virus bocor dari laboratorium di Wuhan.

Baca juga: Pemerintahan Biden Dukung Hasil Penyelidikan WHO yang Patahkan Teori Laboratorium dari Trump dan Kroninya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Psaki mengatakan, Pemerintah AS tidak terlibat dalam "perencanaan dan pelaksanaan" penyelidikan WHO. Oleh karena itu, pihaknya ingin melakukan peninjauan independen atas temuan dan data yang mendasari laporan tim independen di Wuhan.

Menurutnya, meskipun Pemerintah AS bergabung kembali dengan WHO, penting bagi “Negeri Paman Sam” memiliki tim ahli sendiri di China.

Tim ahli independen WHO yang dipimpin Peter Ben Embarek melakukan kunjungan selama hampir sebulan ke Wuhan.

Penelitian WHO dilakukan di tempat wabah pertama kali muncul, di pasar makanan laut pada akhir 2019.

Baca juga: Hasil Penyelidikan WHO tentang Asal-usul Covid-19 Picu Amarah, Kenapa?

Hasil kerja tim WHO mengungkap ada temuan informasi baru, tetapi belum secara drastis mengubah gambaran mereka tentang wabah tersebut.

“Kemungkinan virus bocor dari laboratorium - yang telah menjadi subyek teori konspirasi - sangat tidak mungkin dan tidak memerlukan studi lebih lanjut,” tegas Embarek.

Ditanya tentang temuan WHO selama jumpa pers harian, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, dia tidak dapat secara tegas mengatakan bahwa para ahli WHO telah menerima kerja sama penuh dari China.

“Ya, saya rasa juri masih belum masuk. Saya pikir dengan jelas bahwa China, setidaknya sampai saat ini, belum menawarkan transparansi yang kami butuhkan,” terangnya.

Price menambahkan bahwa Amerika Serikat akan membuat keputusannya, berdasarkan data WHO dan intelijennya sendiri.

Baca juga: Tim WHO Tidak Temukan Asal-usul Virus Corona di Wuhan

Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X