Pemerintahan Biden Dukung Hasil Penyelidikan WHO yang Patahkan "Teori Laboratorium" dari Trump dan Kroninya

Kompas.com - 10/02/2021, 10:11 WIB
Sejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus Badan Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan pusat karantina di Wuhan, China, pada Kamis, 28 Januari 2021. Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal usul Covid-19. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALSejumlah tim berisi pakar internasional yang diutus Badan Kesehatan Dunia (WHO) meninggalkan pusat karantina di Wuhan, China, pada Kamis, 28 Januari 2021. Mereka akan segera menggelar penyelidikan untuk mengungkap asal usul Covid-19.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) saat ini di bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden pada Selasa (9/2/2021) mengatakan mendukung data penyelidikan WHO yang mematahkan teori laboratorium Wuhan, yang disebarkan oleh mantan presiden Donald Trump dan kroninya.

WHO pada Selasa (9/2/2021) mengatakan bahwa misi mereka ke China telah gagal menemukan asal-usul virus corona yang telah menewaskan lebih dari 2,3 juta nyawa.

Namun, tim WHO mengatakan bahwa hipotesis dari teori laboratorium "sangat tidak mungkin" sebagai penyebab pandemi Covid-19.

Baca juga: Hasil Penyelidikan WHO tentang Asal-usul Covid-19 Picu Amarah, Kenapa?

Departemen Luar Negeri AS pada masa kepemimpinan Mike Pompeo, orang kepercayaan Donald Trump, merupakan pendukung utama dari teori laboratorium.

Teori itu mengklaim bahwa pandemi Covid-19 berasal dari kebocoran objek penelitian dari laboratorium di Institut Virologi Wuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekarang, di bawah pemerintahan Joe Biden, badan pemerintah tersebut menyatakan dengan sabar menunggu temuan lengkap dari WHO, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Tim WHO Tidak Temukan Asal-usul Virus Corona di Wuhan

"Saya pikir dari pada terburu-buru membuat kesimpulan yang mungkin dimotivasi oleh hal lain selain sains, kami ingin melihat ke mana data itu membawa kami, ke mana sains itu membawa kami, dan kesimpulan kami akan didasarkan pada itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada reporter.

"Kami jelas mendukung penyelidikan ini (asal-usul Covid-19 oleh WHO)," ungkapnya.

Pompeo adalah musuh bebuyutan Beijing dan memimpin tuduhan yang menyalahkan para pemimpin komunis China atas Covid-19, pada saat Trump menghadapi kritik keras atas penanganannya terhadap pandemi virus corona di dalam negeri.

Baca juga: Tim WHO Akan Paparkan Soal Temuan Mereka tentang Covid-19 di Wuhan

Pompeo menuduh China pada awalnya berupaya untuk menyembunyikan kasus Covid-19 dan ia juga memiliki anggapan bahwa virus SARS-CoV-2 dirilis dengan sengaja oleh China.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekaman dalam Pesawat Rusia, Sempat Jatuh Bebas dan Tersambar Petir di Tengah Badai Hebat

Rekaman dalam Pesawat Rusia, Sempat Jatuh Bebas dan Tersambar Petir di Tengah Badai Hebat

Global
Mulai November, Warga Australia Bisa Tes Rapid Antigen di Rumah

Mulai November, Warga Australia Bisa Tes Rapid Antigen di Rumah

Global
Inilah Gunung Tinggi di Dunia yang Tak Boleh Didaki

Inilah Gunung Tinggi di Dunia yang Tak Boleh Didaki

Global
Hasil Pemilu Jerman 2021, Ini Reaksi Para Pemimpin Dunia

Hasil Pemilu Jerman 2021, Ini Reaksi Para Pemimpin Dunia

Global
Pelajar Internasional yang Divaksin Sinovac Belum Bisa Kembali ke Australia

Pelajar Internasional yang Divaksin Sinovac Belum Bisa Kembali ke Australia

Global
Begini Cara Presiden AS Mengaktifkan Tombol Nuklir, Bisa Saat Perang atau Sedang Marah

Begini Cara Presiden AS Mengaktifkan Tombol Nuklir, Bisa Saat Perang atau Sedang Marah

Internasional
Stres karena Pandemi Covid-19, Gadis 8 Tahun Cabut Rambut Sampai Nyaris Botak

Stres karena Pandemi Covid-19, Gadis 8 Tahun Cabut Rambut Sampai Nyaris Botak

Global
Apa Alasan Catalonia Ingin Memisahkan Diri dari Spanyol?

Apa Alasan Catalonia Ingin Memisahkan Diri dari Spanyol?

Global
Dituntun oleh Kebab, Polisi Spanyol Tangkap Teroris yang Kabur dari ISIS

Dituntun oleh Kebab, Polisi Spanyol Tangkap Teroris yang Kabur dari ISIS

Global
Biografi Tokoh Dunia: Nero Si Kaisar Romawi yang Jahat Berakhir Bunuh Diri

Biografi Tokoh Dunia: Nero Si Kaisar Romawi yang Jahat Berakhir Bunuh Diri

Internasional
Mantan Penasihat Trump Peringatkan Taliban Bisa Dapat Ratusan Senjata Nuklir

Mantan Penasihat Trump Peringatkan Taliban Bisa Dapat Ratusan Senjata Nuklir

Global
Berusaha Selamatkan Temannya, Pria Ini Tewas Tersapu Ombak di Depan Mata Istrinya

Berusaha Selamatkan Temannya, Pria Ini Tewas Tersapu Ombak di Depan Mata Istrinya

Global
Mobilnya Terguling Saat Berhubungan Seks, Pasangan Ini Harus Diselamatkan Pejalan Kaki

Mobilnya Terguling Saat Berhubungan Seks, Pasangan Ini Harus Diselamatkan Pejalan Kaki

Internasional
Menang Tipis, Calon Kanselir Jerman Ini Bersiap Membentuk Koalisi Pemerintahan

Menang Tipis, Calon Kanselir Jerman Ini Bersiap Membentuk Koalisi Pemerintahan

Global
Mengenal Zone Rouge: Lahan 'Beracun' yang Jadi Area Terlarang di Perancis

Mengenal Zone Rouge: Lahan "Beracun" yang Jadi Area Terlarang di Perancis

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.