Bunglon dari Madagaskar Ini Merupakan Reptil Terkecil di Bumi

Kompas.com - 06/02/2021, 08:52 WIB
Gambar yang diambil pada tahun 2012 di Munich, Jerman menunjukkan spesies bunglon yang baru ditemukan yang merupakan pesaing untuk gelar reptil terkecil di dunia. Ilmuwan dari Madagaskar dan Jerman menyebutnya Brookesia nana, mengatakan bunglon jantan yang muncul itu hanya berukuran 13,5 milimeter. AP/ FRANK GLAWGambar yang diambil pada tahun 2012 di Munich, Jerman menunjukkan spesies bunglon yang baru ditemukan yang merupakan pesaing untuk gelar reptil terkecil di dunia. Ilmuwan dari Madagaskar dan Jerman menyebutnya Brookesia nana, mengatakan bunglon jantan yang muncul itu hanya berukuran 13,5 milimeter.

BERLIN, KOMPAS.com - Para ilmuwan telah mengidentifikasi reptil terkecil di bumi, sekaligus memperingatkan bahwa perusakan hutan di bagian utara Madagaskar telah mengancam kelangsungan hidup hewan tersebut.

Melansir Associated Press (AP), Jumat (6/2/2021) Frank Glaw, yang merupakan bagian dari tim peneliti internasional yang mengklasifikasikan spesies baru tersebut dan memberikan nama Brookesia nana.

Dia mengatakan bahwa tubuh spesimen jantan itu tampaknya hanya berukuran panjang 13,5 milimeter (sedikit lebih dari 1/2 inci).

Hewan itu setidaknya 1,5 milimeter lebih kecil dari pemegang rekor sebelumnya, anggota lain dari keluarga Brookesia.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Bunglon Mengubah Warna untuk Kamuflase Hanya Mitos

Glaw, seorang ahli reptil di Bavarian State Collection of Zoology di Munich, Jerman mengatakan bunglon jantan kecil dan betina yang sedikit lebih besar terlihat di lereng gunung oleh pemandu lokal selama ekspedisi 2012.

Mengutip kantor berita AFP, ekspedisi gabungan ilmuwan Jerman dan Malagasi tersebut tidak mengetahui apakah dua spesimen yang dikumpulkan, satu betina dan satu jantan, adalah hewan dewasa hingga beberapa saat kemudian.

"Anda benar-benar harus berlutut untuk menemukannya," kata Glaw kepada AP dalam wawancara telepon pada Jumat. Mereka jelas tersamarkan dan bergerak sangat lambat.

Glaw dan rekan-rekannya melakukan CT scan pada bunglon betina dan menemukan bahwa telur tersebut mengandung dua telur, memastikan bahwa itu adalah telur dewasa.

Baca juga: Parade Penguin Terkecil di Dunia, Kunjungi Phillip Island Australia

Untuk bunglon jantan, para peneliti mengamati dari dekat pada alat kelaminnya yang "berkembang dengan baik".

Mereka menemukan bahwa alat kelamin spesimen Brookesia nana hampir seperlima dari ukuran tubuhnya, kemungkinan untuk memungkinkan kawin dengan betina yang lebih besar.

“Aku tidak meragukan [bahwa] itu jantan dewasa,” kata Glaw. "Jika kita memiliki pasangan kawin, itu jelas akan menjadi bukti yang lebih baik."

Menjadikan Brookesia nana sebagai spesies reptil terkecil akan membutuhkan penemuan lebih banyak terhadap mereka, yang mungkin memakan waktu beberapa tahun, kata Glaw.

Penelitian tim tersebut baru-baru ini diterbitkan di jurnal Scientific Reports. Bunglon terancam punah oleh penggundulan hutan di Madagaskar, yang merupakan rumah bagi banyak spesies.

Baca juga: Bunglon Ini Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun Menghilang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X