Mantan Diplomat Era Trump Peringatkan Biden tentang Meningkatnya Pengaruh Rusia di Timur Tengah

Kompas.com - 06/02/2021, 08:08 WIB
Presiden AS Joe Biden di kantor Oval pada hari pertama menjabat, Rabu (20/01/2021). TANGKAP LAYAR VIA CNNPresiden AS Joe Biden di kantor Oval pada hari pertama menjabat, Rabu (20/01/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan diplomat Amerika Serikat (AS) untuk Suriah James F Jeffrey memperingatkan bahwa pengaruh Rusia semakin meningkat di Timur Tengah, lapor Arab News, Jumat (5/2/2021).

Jeffrey yang pernah bertugas di bawah kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump itu mengatakan bahwa Rusia secara agresif telah bersaing untuk menggantikan kepentingan Amerika di Timur Tengah dengan cara yang tak terlihat sejak Perang Oktober Arab-Israel 1973.

Jeffrey kini menjadi Ketua Program Timur Tengah di Woodrow Wilson Center di Washington DC.

Dia mengatakan selama jumpa pers bahwa kepentingan Moskwa di kawasan Timur Tengah tak terbatas hanya pada Suriah atau bekerja sama dengan Iran namun juga meluas hingga menjalin aliansi dengan 'aktor' regional seperti Turki dan Irak.

Menurutnya, Rusia memanfaaatkan pendekatan pemerintahan baru AS ke Iran sebagai upaya membangun aliansi yang lebih kuat.

Baca juga: Biden Tegaskan ke Putin, Masa AS Tunduk ke Rusia Sudah Usai

“Rusia sangat aktif di kawasan itu,” kata Jeffrey. “(Di) dua wilayah yang tampak secara militer, Libya dan Suriah, sebagian besar terhalang oleh tanggapan militer Turki, khususnya di Suriah, dengan beberapa dukungan diplomatik Amerika.

“Tapi Rusia mencoba yang terbaik untuk menghadirkan kerangka keamanan alternatif untuk wilayah tersebut. (Rusia) adalah pesaing kita di kawasan ini seperti halnya Iran.

“Itu (pengaruh Rusia yang tumbuh) adalah faktor baru yang tidak ada dalam cara apa pun selama pemerintahan Obama. Saya menginginkan agar pemerintahan Biden fokus; masalah dengan Rusia di kawasan ini sangat penting."

Jeffrey menambahkan bahwa pesan yang dikirim Kremlin ke kekuatan regional sudah jelas, dan itu mengancam kepentingan AS dengan menyiratkan dukungan untuk Iran.

Pria itu menambahkan bahwa dia mendesak agar pemerintahan Presiden baru Joe Biden untuk memperhatikan hal tersebut.

Baca juga: 27.000 Anak Militan ISIS Telantar di Kamp Suriah, PBB Desak Negara Lain Pulangkan

Halaman:

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Kondisi Alexei Navalny Kritis di Penjara Rusia, Terancam Meninggal

Global
Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Global
Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Global
Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Global
komentar
Close Ads X