Jet Tempur Rusia Ratakan Persembunyian ISIS dengan 95 Serangan Udara

Kompas.com - 28/01/2021, 18:33 WIB
Potongan video yang dirilis oleh Angkatan Udara Rusia memerlihatkan jet tempur mereka membombardir markas persembunyian kelompok Negara islam Irak dan Suriah (ISIS) di kawasan Homs, Suriah. RUSSIAN AIR FORCE via The SunPotongan video yang dirilis oleh Angkatan Udara Rusia memerlihatkan jet tempur mereka membombardir markas persembunyian kelompok Negara islam Irak dan Suriah (ISIS) di kawasan Homs, Suriah.

MOSKWA, KOMPAS.com - Jet tempur Rusia dilaporkan menyapu tempat persembunyian ISIS melalui 95 serangan udara dalam 24 jam terakhir.

Dalam video yang dirilis angkatan udara, nampak pesawat udara membombardir markas kelompok itu yang berlokasi di sebuah gurun.

Serangan kilat dari udara itu terjadi setelah Moskwa melihat adanya peningkatan dalam aktivitas sel tidur ISIS dua tahun terakhir.

Baca juga: 11 Pasukan Hashed al-Shaabi Tewas Diserang ISIS di Irak

Bombardir jet tempur Rusia itu muncul setelah pada awal pekan ini, empat tentara Suriah tewas dan 10 lainnya terluka dalam sebuah penyergapan.

Harian Asharq al-Awsat melaporkan, ISIS mengeklaim menjadi dalang dari serangan yang berlangsung di jalanan antara Deir Ezzor ke Palmyra.

Saat itu, pasukan pemerintah baru saja memulai operasi militer utama untuk mengamankan rute strategis dan area yang mengelilinginya.

Pihak keamanan Suriah menyatakan, mereka mengidentifikasi adanya persembunyian ISIS di gurun kawasan Provinsi Homs.

Pesawat tempur "Negeri Beruang Merah" kemudian terbang dan menggelar 95 serangan udara. Menghancurkan bangunan dan kendaraan yang dipakai menyerang.

"Pasukan Rusia mendeteksi dan secara efektif meratakan fasilitas ISIS," demikian laporan situs nasionalis Russian Spring.

Baca juga: ISIS Klaim 2 Bom Bunuh Diri di Baghdad yang Tewaskan 32 Orang

Di video yang dirilis Kremlin, nampak sejumlah bangunan di gurun berada dalam bidikan jet tempur sebelum ledakan terjadi.

Halaman:

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X