UNHRC Nyatakan Italia Gagal Lindungi Nyawa 200 Migran pada 2013

Kompas.com - 28/01/2021, 18:06 WIB
Ilustrasi PBB Alexandros Michailidis / Shutterstock.comIlustrasi PBB

KOMPAS.com – Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNHRC pada Rabu (27/1/2021) waktu setempat menyatakan, Italia gagal melindungi nyawa para migran lantaran menunda misi penyelamatan kapal yang tenggelam di Laut Mediterania.

Melansir The Guardian, Kamis (28/1/2021), lebih dari 200 orang tenggelam pada Jumat (11/10/2013) setelah permintaan bantuan berulang kali diabaikan Italia.

Adapun, pernyataan tersebut keluar sebagai tindak lanjut atas laporan kasus yang dibawa para penyintas Suriah dan Palestina yang kehilangan kerabat mereka.

Menurut laporan tersebut, ketika meninggalkan Libya, kapal itu membawa 400 orang yang kebanyakan warga Suriah. Kapal itu mengirimkan panggilan bantuan setelah tembakan dilepaskan dari kapal lain.

Baca juga: Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Hasil penyelidikan menyebutkan, pihak berwenang Italia menanggapi panggilan darurat tersebut dengan meneruskannya ke penjaga pantai Malta. Baru hampir lima jam kemudian, ketika kapal sudah terbalik, sebuah perahu Malta tiba di lokasi.

Anggota komisi Hélène Tigroudja mengatakan, bila pihak berwenang Italia segera mengarahkan kapal angkatan laut dan perahu penjaga pantai begitu panggilan darurat diterima, penyelamatan akan datang paling lambat dua jam sebelum kapal tenggelam.

"Kecelakaan itu terjadi di perairan internasional dalam zona pencarian dan penyelamatan Malta, tetapi lokasinya memang paling dekat dengan Italia dan salah satu kapal angkatan lautnya," ujarnya.

UNHRC mengatakan, Italia memiliki tugas di bawah hukum internasional untuk melindungi nyawa setiap orang yang terancam di laut. Hal ini untuk mendukung misi penyelamatan.

Baca juga: Laporan PBB: Dunia Kehilangan 255 Juta Lapangan Pekerjaan pada 2020

Komisi tersebut pun meminta Italia mengadakan penyelidikan independen dan menuntut siapa pun yang bertanggung jawab.

Penemuan tersebut diumumkan ketika UNHCR meminta tambahan 100 juta dollar AS dalam pendanaan, guna merespons kebutuhan untuk melindungi orang-orang di sepanjang rute migrasi ke Eropa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
komentar
Close Ads X