Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Kompas.com - 18/01/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi racun. ShutterstockIlustrasi racun.

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Seorang wanita berusia 70 tahun ditangkap atas dugaan meracuni kopi suaminya dengan pembunuh semut dan kecoa lebih dari satu kali.

Melansir ABC News pada Minggu (17/1/2021), insiden itu terjadi pada 12 Januari.

Suncha Tinerva yang berusia 70 tahun saat itu tertangkap kamera pengawas saat memasukan "zat bubuk putih" ke dalam kopi suaminya. Bubuk itu ditempatkan dalam botol dengan tutup merah dan label kuning.

“Tinerva mengambil botol dari lemari di bawah wastafel dan diduga membubuhi kopi suaminya dua atau tiga kali,” kata Melinda Katz dalam pernyataan dari kantor Jaksa Wilayah Queens.

Detektif menemukan botol dengan tutup merah dan label kuning dari tempat di bawah wastafel pada 14 Januari 2021, sekitar pukul 10:40 malam waktu setempat.

Pihak berwenang kemudian menemukan bahwa isi botol tersebut diduga mengandung 100% asam borat, zat yang biasa digunakan untuk membunuh semut dan kecoa.

Baca juga: 5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Menurut Pusat Informasi Pestisida Nasional, orang yang memakan asam borat akan mengalami mual, muntah, sakit perut, dan diare.

Jika dimakan dalam jumlah yang berlebihan, racun itu dapat menyebabkan ruam kulit merah seperti 'lobster rebus', diikuti oleh kerontokan kulit.

Beberapa juga melaporkan mengalami mulut, hidung, dan tenggorokan kering hanya karena menghirup zat ini. Gejala keracunan seperti batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, dan mimisan juga sering terjadi.

Kejaksaan juga mengatakan bahwa suami Tinerva jatuh sakit tetapi, untungnya, tidak meninggal setelah upaya pemberian racun itu.

“Kekerasan dalam rumah tangga tidak terbatas pada kekerasan mental dan fisik. Terdakwa dalam kasus ini diduga menggunakan penipuan untuk membuat pasangannya sakit, ”kata Jaksa Wilayah Katz dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Bunuh Korban dengan Racun Napas Iblis Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Tinevra sejak itu telah didakwa di hadapan Hakim Pengadilan Kriminal Queens, Jeffrey Gershuny.

Dia dituduh melakukan kejahatan percobaan penyerangan (tingkat kedua), perbuatan sembrono yang membahayakan (tingkat kedua), dan kepemilikan senjata (tingkat keempat).

Hakim Gershuny memerintahkan Tinerva untuk kembali ke pengadilan akhir tahun ini pada 10 Maret. Jika terbukti bersalah, Tinevra bisa menghadapi hukuman empat tahun penjara.

Baca juga: Termasuk Novichok, Ini Daftar Koleksi Racun Mematikan Milik Rusia


Sumber ABC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Tetua Muslim: Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Dewan Tetua Muslim: Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak Promosikan Perdamaian

Global
Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Mantan Menlu AS Muncul Lagi, Kali Ini Serukan Boikot Olimpiade Beijing

Global
Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Kekerasan Myanmar Makin Tinggi, AS Desak China Ikut Turun Tangan

Global
[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

[POPULER GLOBAL] Video Kebrutalan Aparat Myanmar Beredar | Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

[Biografi Tokoh Dunia] Min Aung Hlaing, Pewaris Junta di Balik Kudeta Berdarah Myanmar

Internasional
Paus Fransiskus ke Irak, Ini Agendanya Selama 4 Hari

Paus Fransiskus ke Irak, Ini Agendanya Selama 4 Hari

Global
Kekerasan Junta Militer Meningkat, KBRI Yangon Siaga II

Kekerasan Junta Militer Meningkat, KBRI Yangon Siaga II

Global
Paus Fransiskus Tiba di Irak, Begini Sambutan Untuknya...

Paus Fransiskus Tiba di Irak, Begini Sambutan Untuknya...

Global
Merasa Masih Ada Ancaman, Garda Nasional Diminta Menjaga Gedung Capitol 2 Bulan Lagi

Merasa Masih Ada Ancaman, Garda Nasional Diminta Menjaga Gedung Capitol 2 Bulan Lagi

Global
Bocah 4 Tahun Cidera Kepala Serius Setelah Jatuh dari Eskalator Mal Rusia

Bocah 4 Tahun Cidera Kepala Serius Setelah Jatuh dari Eskalator Mal Rusia

Internasional
Pria Ini Temukan 2 Bongkahan Besar Muntahan Paus, Diyakini Berharga Rp 4,7 Miliar

Pria Ini Temukan 2 Bongkahan Besar Muntahan Paus, Diyakini Berharga Rp 4,7 Miliar

Global
Berusaha Menangkap Ponsel, Remaja Ini Jatuh dari Lantai 12 dan Tewas

Berusaha Menangkap Ponsel, Remaja Ini Jatuh dari Lantai 12 dan Tewas

Internasional
Lewat TikTok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Lewat TikTok, Tentara Myanmar Ancam Tembak Muka Para Demonstran

Global
PBB: Belum Ada Bukti Putri Latifa Masih Hidup

PBB: Belum Ada Bukti Putri Latifa Masih Hidup

Global
300.000 Orang Berlomba untuk Temani Miliarder Jepang ke Bulan

300.000 Orang Berlomba untuk Temani Miliarder Jepang ke Bulan

Global
komentar
Close Ads X