Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Kompas.com - 18/01/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi tambang emas. (Shutterstock) Ilustrasi tambang emas. (Shutterstock)

BEIJING, KOMPAS.com - Sebanyak 12 pekerja tambang emas di China yang terperangkap mengirimkan catatan sekitar satu pekan kemudian.

Berdasarkan laporan kantor berita setempat, dalam surat kepada tim penyelamat, para pekerja itu mengungkapkan mereka baik-baik saja.

Hanya saja, tidak dijelaskan bagaimana nasib 10 pekerja tambang lainnya setelah ledakan terjadi, dikutip BBC Senin (18/1/2021).

Baca juga: 22 Pekerja Terjebak di Bawah Tanah Setelah Tambang Emas China Meledak

Sebanyak 22 pekerja itu terjebak di tambang emas Hushan, dekat Yantai di Provinsi Shandong, kawasan timur China.

Mereka semua terperangkap setelah ledakan merusak bagian pintu masuk dan sistem komunikasi tambang yang baru dibangun, pada 10 Januari lalu.

Media setempat memberitakan, tim penyelamat berhasil melakukan komunikasi dengan sejumlah pekerja tambang lewat celah sempit.

Tim penyelamat kemudian mengulurkan tali, dan mengirimkan makanan, obat-obatan, kertas, dan pensil kepada para penambang.

Berdasarkan catatan yang diterima, 12 penambang disebut kondisiya baik di bagian tengah tambang. Sementara yang 10 tak diketahui.

Media "Negeri Panda" juga mengabarkan tim penyelamat berusaha menggali, dengan harapan para pekerja yang terperangkap sekitar 600 meter bisa dievakuasi.

Kecelakaan di lokasi pertimbangan China adalah hal umum, dan seringkali dipicu oleh lemahnya regulasi keselamatan.

Pada Desember tahun lalu, 23 penambang tewas setelah mereka keracunan karbon monoksida yang bocor dari tambang batubara.

Kemudian di September 2020, 16 pekerja di tambang pinggiran Chongqing terbunuh, setelah ban berjalan terbakar dan menghasilkan karbon monoksida tinggi.

Lalu pada Desember 2019, ledakan terjadi di tambang batubara kawasan Provinsi Guizhou, dengan 14 orang tewas.

Baca juga: Gas Karbon Monoksida Bocor di Tambang Batu Bara China, 18 Orang Tewas


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X