Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Kompas.com - 17/01/2021, 22:44 WIB
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. AFP PHOTO / HANDOUTFoto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.

TEHERAN, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian menuding Iran telah membangun senjata nuklir.

Pernyataan Le Drian tersebut dikeluarkan dalam wawancara dengan Journal du Dimanche yang diterbitkan pada Sabtu (16/1/2021).

Peryataan LeDrian tersebut langsung dibantah oleh Iran sebagaimana dilansir dari Reuters, Minggu (17/1/2021).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Minggu membantah pernyataan Le Drian tersebut dan menyebutnya sebagai omong kosong yang tidak masuk akal.

Baca juga: Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Bantahan tersebut disampaikan Zarif melalui akun Twitter-nya sambil menandai akun Twitter Le Drian, @JY_LeDrian.

“Rekan yang terhormat: Anda memulai karir kabinet Anda dengan menjual senjata ke penjahat perang Arab Saudi. Hindari omong kosong yang tidak masuk akal tentang Iran,” tulis Zarif.

Perancis di bawah pemerintah Presiden Prancis Emmanuel Macron memang telah menuai kritik dari beberapa negara dan kelompok hak asasi manusia atas dukungannya terhadap tindakan Arab Saudi.

Pasalnya, penjualan senjata ke Arab Saudi tersebut dikhawatirkan berpotensi untuk digunakan dalam operasi di Yaman.

Baca juga: Pengawal Revolusi Iran Gencar Latihan Militer di Tengah Ketegangan Tinggi dengan AS

“Anda mengganggu kestabilan wilayah Kami. Berhentilah melindungi penjahat yang menggergaji para pengkritiknya dan menggunakan senjata Anda untuk membantai anak-anak di Yaman," imbuh Zarif.

Le Drian sendiri sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan Perancis.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X