Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seperti Ini Sejarah Kelam Serangan Israel di Tanah Iran

Kompas.com - 16/04/2024, 08:39 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Al Jazeera

KOMPAS.com - Serangan Iran ke Israel pada Minggu (14/4/2024) pagi menjadi peristiwa bersejarah bagi Iran. Apalagi ditargetkan pada musuh bebuyutan Iran.

Tapi, jika Israel melakukan serangan balik secara militer ke Iran, ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Israel. Jauh dari itu, Israel telah banyak menyerang satu sasarannya yakni ke Iran.

Dikutip dari Al Jazeera pada Senin (15/4/2024), selama bertahun-tahun, Israel berfokus menyerang Iran, khususnya program nuklir negara tersebut.

Baca juga: PBB Minta Iran dan Israel Menahan Diri, Dunia Tak Mampu Tanggung Banyak Perang

Israel telah lama menuduh Iran secara diam-diam membuat bom nuklir yang dapat mengancam keberadaannya. Israel juga secara terbuka, dan sering kali berbicara tentang upaya diplomatik dan intelijen untuk menggagalkan dugaan upaya tersebut.

Namun Iran menyangkal bahwa mereka mempunyai program nuklir militer, dan berargumentasi bahwa mereka mempunyai hak untuk mengakses energi nuklir sipil.

Saat Israel mempersiapkan tanggapan terhadap serangan ratusan drone kemarin, berikut ini adalah serangkaian serangan Israel ke Iran.

Mulai dari serangan pesawat tak berawak dan serangan siber hingga pembunuhan ilmuwan serta pencurian rahasia yang Israel akui sebagai dalangnya atau dituduh mengaturnya.

Upaya serangan Israel ke Iran

1. Pembunuhan ilmuwan Iran

Januari 2010: Seorang profesor fisika di Universitas Teheran, Masoud Ali-Mohammadi, terbunuh akibat bom yang dikendalikan dari jarak jauh yang ditanam di sepeda motornya. Pemerintah Iran menggambarkan Ali-Mohammadi sebagai ilmuwan nuklir.

November 2010: Seorang profesor di fakultas teknik nuklir di Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Majid Shahriari, tewas dalam ledakan mobil dalam perjalanan ke tempat kerja. Istrinya juga terluka.

Januari 2012: Mostafa Ahmadi Roshan, lulusan teknik kimia, tewas akibat bom yang dipasang di mobilnya oleh pengendara sepeda motor di Teheran. Iran menyalahkan Israel dan AS atas serangan itu dan mengatakan Ahmadi Roshan adalah seorang ilmuwan nuklir yang mengawasi sebuah departemen di fasilitas pengayaan uranium utama Iran, di kota Natanz.

Baca juga: PM Malaysia: Serangan Iran terhadap Israel adalah Tindakan Sah

November 2020: Ilmuwan nuklir terkemuka Mohsen Fakhrizadeh tewas dalam serangan pinggir jalan di luar Teheran. Intelijen Barat dan Israel telah lama mencurigai Fakhrizadeh adalah bapak program senjata nuklir Iran. Dia dijatuhi sanksi oleh PBB pada tahun 2007 dan Amerika Serikat pada tahun 2008.

Mei 2022: Kolonel Hassan Sayyad Khodaei dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) ditembak lima kali di luar rumahnya di Teheran.

2. Serangan siber Israel

Juni 2010: Virus Stuxnet ditemukan di komputer pembangkit listrik tenaga nuklir di kota Bushehr Iran, dan virus tersebut menyebar ke fasilitas lainnya.

September 2010: Sebanyak 30.000 komputer di setidaknya 14 fasilitas terkena dampak. Setidaknya 1.000 dari 9.000 mesin sentrifugal di fasilitas pengayaan Natanz Iran hancur, menurut perkiraan Institut Sains dan Keamanan Internasional.

April 2011: Sebuah virus bernama Stars ditemukan oleh badan pertahanan siber Iran yang mengatakan bahwa malware tersebut dirancang untuk menyusup dan merusak fasilitas nuklir Iran. Virus ini meniru file resmi pemerintah dan menimbulkan “kerusakan kecil” pada sistem komputer.

Halaman:

Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com