Merpati Balap yang Terbang Setara Sabang-Merauke PP Bakal Dibunuh, Pria yang Merawatnya Bercerita

Kompas.com - 15/01/2021, 18:52 WIB
Foto pada 13 Januari 2021 menunjukkan seekor merpati dengan gelang biru tengah bertengger di atap di Melbourne, Australia. Organisasi merpati balap Amerika Serikat menyebut hewan itu terdaftar berdasarkan gelang biru di kakinya. Hewan ini menjadi sorotan setelah pemerintah Australia berniat untuk membunuhnya. Channel 9 via APFoto pada 13 Januari 2021 menunjukkan seekor merpati dengan gelang biru tengah bertengger di atap di Melbourne, Australia. Organisasi merpati balap Amerika Serikat menyebut hewan itu terdaftar berdasarkan gelang biru di kakinya. Hewan ini menjadi sorotan setelah pemerintah Australia berniat untuk membunuhnya.

MELBOURNE, KOMPAS.com - Pria di Australia menceritakan bagaimana dia merawat merpati balap yang terbang setara jarak Sabang-Merauke PP, yang dilaporkan hendak dibunuh.

Burung itu dikabarkan hilang saat balapan di Oregon, AS, pada 29 Oktober 2020, sebelum ditemukan kelelahan Melbourne, Australia, pada 26 Desember.

Burung itu menempuh jarak sekitar 14.480 kilometer, dua kali jarak Sabang-Merauke via darat dan laut sejauh 8.514 kilometer.

Baca juga: Terbang Setara Sabang-Merauke PP, Merpati yang Hilang di AS Ditemukan di Australia

Pakar menuturkan, ada kemungkinan burung merpati balap itu melintasi Samudra Pasifik dengan menumpang pada kapal kargo.

Namun setelah kisahnya viral, burung itu menjadi buruan dan bermaksud dibunuh karena diyakini membawa virus corona.

Kevin Celli-Bird mengeklaim sebagai orang pertama yang menemukan merpati itu, yang dia beri nama Joe, sesuai presiden terpilih AS Joe Biden.

Celli-Bird merawat burung itu dan memberinya makan menggunakan biskuit kerang hingga cukup kuat untuk mengepakan sayap.

Namun setelah kisahnya viral, Celli-Bird mengungkapkan dia ditelepon petugas karantina yang memerintahkannya untuk menangkap Joe.

Dia mengatakan tentunya mustahil untuk menangkap unggas itu. Karena dia tentu sudah terbang tinggi setelah mendapatkan kekuatannya.

Baca juga: Merpati yang Terbang Lintas Samudra dari AS ke Australia Akan Disuntik Mati

"Mereka mengatakan jika burung itu dari Amerika, mereka takut jika dia membawa sejenis penyakit burung," kata dia.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Korban Tsunami Jepang 2011 Ditemukan 10 Tahun Kemudian

Jenazah Korban Tsunami Jepang 2011 Ditemukan 10 Tahun Kemudian

Global
Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Global
Helikopter Militer Turki Kecelakaan, 11 Tentara Tewas

Helikopter Militer Turki Kecelakaan, 11 Tentara Tewas

Global
AS Blokir Junta Militer Myanmar Tarik Dana Rp 14,3 Triliun dari Bank Sentral

AS Blokir Junta Militer Myanmar Tarik Dana Rp 14,3 Triliun dari Bank Sentral

Global
Bujuk Terdakwa Pemerkosa Nikahi Korban, Ketua Mahkamah Agung India Diminta Mundur

Bujuk Terdakwa Pemerkosa Nikahi Korban, Ketua Mahkamah Agung India Diminta Mundur

Global
Selandia Baru Cabut Peringatan Tsunami, Amerika Tengah dan Selatan Masih Waspada

Selandia Baru Cabut Peringatan Tsunami, Amerika Tengah dan Selatan Masih Waspada

Global
Beredar Video Kebrutalan Aparat Myanmar, Dunia Diminta Bertindak

Beredar Video Kebrutalan Aparat Myanmar, Dunia Diminta Bertindak

Global
Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Dukacita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

Global
[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

Global
Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Internasional
20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X