Pertama Kali dalam 1 Dekade, Populasi Jerman Tidak Alami Peningkatan

Kompas.com - 12/01/2021, 20:21 WIB
Ilustrasi bayi. SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi.

BERLIN, KOMPAS.com - Badan Statistik Federal Jerman (Destatis) pada Selasa (12/1/2021) menunjukkan bahwa "Negeri Bir" itu tidak mengalami peningkatan populasi untuk pertama kalinya dalam 1 dekade.

Melansir Deutsche Welle, dengan banyak angka kematian dan imigrasi yang rendah, Jerman tidak mengalami peningkatan populasi untuk pertama kalinya sejak 2011.

Angka yang diekstrapolasi menunjukkan 83,2 juta orang tinggal di Jerman pada akhir tahun 2020.

Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Populasi Korea Selatan Turun

 

Destatis mengaitkan dataran tinggi populasi dengan imigrasi yang lebih rendah karena pandemi Covid-19, dan juga peningkatan jumlah kematian di tengah pandemi virus corona.

Dalam tiga dekade sejak reunifikasi Jerman, populasi -dengan sedikit pengecualian- cenderung mengalami peningkatan.

Akan tetapi, pertumbuhan populasi ini secara eksklusif murni dihasilkan dari imigrasi. Tanpa itu, populasi sudah menyusut sejak 1972 dengan lebih banyak kematian daripada kelahiran setiap tahun sejak saat itu.

Baca juga: Tekan Populasi Uighur, China Paksakan Aborsi, Sterilisasi, dan Program KB

Tingkat kelahiran atau kesuburan Jerman berada jauh di bawah rata-rata global dan bahkan Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Jumlah kelahiran tampaknya sedikit turun pada 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut angka awal, sementara jumlah kematian tampaknya telah meningkat secara nyata.

Perkiraan untuk tahun 2020 adalah 755.000 hingga 775.000 kelahiran dibandingkan dengan setidaknya 980.000 kematian.

Baca juga: Wilayah Utara Australia Ditutup hingga 2022 untuk Melindungi Populasi Aborigin dari Covid-19

Destatis memperkirakan migrasi bersih ke Jerman antara 180.000 dan 240.000 orang tahun ini. Dan tahun 2020 menjadi tahun kelima berturut-turut di mana jumlah tersebut menyusut setelah puncaknya selama krisis migrasi pada 2015.

Pembatasan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona pada 2020, dan konsekuensi ekonomi, diyakini berdampak pada pembatasan migrasi.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona: Seperempat Populasi Warga Italia Dikarantina

Pada September 2020 saja, jumlah imigran turun sebesar 25 persen dan emigran sebesar 22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Penurunan tersebut diperkirakan akan lebih parah lagi menjelang akhir tahun, dengan migrasi keseluruhan untuk 2020 diperkirakan berada di antara 25 persen dan 45 persen lebih rendah dibandingkan 2019.

Baca juga: Setengah Populasi Nagorno-Karabakh Mengungsi karena Perang Armenia-Azerbaijan Tidak Kunjung Usai


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

KRI Nanggala Hilang Kontak, Berikut Insiden Melibatkan Kapal Selam 6 Tahun Terakhir

Global
53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

53 Penumpang dalam Penerbangan dari India ke Hong Kong dinyatakan positif Covid-19

Global
Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Darién Gap, Hutan Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Global
Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Global
Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Global
Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Internasional
Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Global
Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
komentar
Close Ads X