Wilayah Utara Australia Ditutup hingga 2022 untuk Melindungi Populasi Aborigin dari Covid-19

Kompas.com - 11/08/2020, 14:16 WIB
Suku Aborigin di Australia masih meneruskan budayanya secara turun temurun. DOK. AUSTRALIA TOURISMSuku Aborigin di Australia masih meneruskan budayanya secara turun temurun.

SYDNEY, KOMPAS.com - Wilayah Utara Australia akan ditutup untuk pengunjung dari daerah berisiko virus corona selama 18 bulan ke depan untuk melindungi populasi Aborigin yang  banyak dan rentan terinfeksi di sana.

Hal tersebut disampaikan pada Selasa (11/8/2020) oleh Menteri Utama Michael Gunner, dengan mempertimbangkan data pemerintah terhadap populasi 30 persen orang Aborigin di antara 250.000 penduduk di Wilayah Utara yang jarang penduduknya.

Baca juga: Jumlah Kasus Virus Corona di Dunia Tembus 20 Juta

"Kami akan kontrol ketat perbatasan kami setidaknya selama 18 bulan ke depan. Dan kami sedang mencari sumber daya, sehingga kami dapat melakukan itu," kata Gunner kepada penyiar publik ABC, sebagaimana yang dilansir dari AFP pada Senin (11/8/2020).

Penduduk asli Australia dianggap lebih berisiko terhadap penyakit, seperti Covid-19, karena faktor sosial ekonomi dan budaya yang memengaruhi akses ke perawatan medis dan kesehatan yang mendasarinya.

Baca juga: Di Finlandia, Orang yang Datang dari Negara Berisiko Covid-19 Wajib Karantina, Jika Tidak Terancam Penjara

Banyak kelompok Aborigin khawatir virus itu dapat menyebar melalui komunitas adat terpencil, di mana layanan perawatan kesehatan terbatas.

"Inilah yang menurut saya perlu saya lakukan untuk memastikan beberapa orang yang paling rentan di dunia tetap aman," kata Gunner.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Adu Kuat China Vs Taiwan, Seperti Apa Perbandingan Militer 2 Negara? | Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam

Wilayah Utara mencatat sedikit kasus virus dan tidak ada angka kematian sejak awal pandemi.

Saat ini, Wilayah Utara ditutup untuk negara bagian Victoria dan Sydney, dan Gunner mengatakan dia mengharapkan wilayah lain dikecualikan.

Australia, yang telah mencatat hampir 22.000 kasus dan 332 kematian akibat virus tersebut, juga telah menutup perbatasan internasionalnya tanpa batas waktu.

Baca juga: Nekat Gelar Pesta Kala Pandemi Virus Corona, 300 Orang Dibubarkan Polisi

Sementara, jumlah kasus Covid-19 sekarang telah tercatat lebih dari 20 juta di seluruh dunia, lebih dari setengahnya dari Amerika Serikat (AS).

Sedikitnya 20.002.577 kasus dan 733.842 kematian karena virus corona kini telah dilaporkan dari seluruh dunia.

Lebih dari empat dari 10 kasus virus corona telah terjadi di AS dan Brasil, dua negara paling terpengaruh di dunia terkait Covid-19.

Baca juga: Misteri Besar Melonjaknya Kasus Virus Corona di Vietnam


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
komentar
Close Ads X