Pelantikan Joe Biden Dibayangi Peningkatan Kekerasan Saat Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri Angkat Kaki

Kompas.com - 12/01/2021, 12:50 WIB
Joe Biden saat berpidato tentang demo rusuh di Washington. Ia menyampaikannya di bioskop The Queen, Wilmington, Delaware, pada Rabu (6/1/2021). AP PHOTO/SUSAN WALSHJoe Biden saat berpidato tentang demo rusuh di Washington. Ia menyampaikannya di bioskop The Queen, Wilmington, Delaware, pada Rabu (6/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pelantikan Joe Biden dibayangi kekhawatiran yang meningkat terhadap kekerasan ketika Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Chad Wolf, mengundurkan diri secara tak terduga pada Senin (11/1/2021). 

Wolf sebagai kepala badan keamanan yang bertanggung jawab pada pelantikan 20 Januari mundur lima hari setelah massa pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Capitol, yang bermaksud mencegah sertifikasi Joe Biden menjadi presiden berikutnya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengawasi sejumlah penegakan hukum beberapa badan, termasuk Secret Service yang bertugas menjaga keamanan Gedung Putih dan presiden AS.

Baca juga: Trump Umumkan Tak Akan Hadir dalam Pelantikan Biden

Wolf yang mengatakan mundur karena alasan prosedural, menunjuk Pete Gaynor, administrator Badan Manajemen Darurat Federal, untuk menggantikannya, seperti dilansir AFP pada Selasa (12/1/2021).

Namun, langkah itu tidak mengakhiri kekhawatiran yang meningkat tentang apakah ibu kota akan cukup aman menuju hari pelantikan Joe Biden.

Sebuah dokumen FBI internal memperingatkan kemungkinan pendukung Trump yang bersenjata dapat mengadakan protes di 50 negara bagian menjelang pelantikan 20 Januari, menurut media AS.

Baca juga: Beda dengan Trump, Wapres AS Mike Pence Bakal Hadir di Pelantikan Biden

Gedung Putih khawatir terhadap pernyataan bahwa Trump telah "mendeklarasikan keadaan darurat di Distrik Kolombia dan memerintahkan bantuan federal untuk melengkapi upaya di distrik tersebut karena kondisi darurat yang diakibatkan oleh prosesi pelantikan presiden dari 11-24 Januari 2021".

Pernyataan tersebut memberi otoritas kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk bertindak "menyelamatkan nyawa, melindungi properti, kesehatan dan keselamatan publik, serta mengurangi atau mencegah ancaman bencana di Distrik Kolombia".

Sementara itu, pejabat federal dan kota terus menunjuk siapa yang bertanggung jawab atas bencana di Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021), saat kepolisian Kongres kewalahan menangani ribuan orang pendukung Trump yang berhasil membubarkan badan legislatif.

Baca juga: Masih Ada Ancaman, Wali Kota Washington Minta Dana Keamanan Tambahan Jelang Pelantikan Joe Biden

Lebih banyak massa

Pentagon mengatakan pada Senin (11/1/2021) bahwa pihaknya telah menyiapkan 15.000 pasukan Garda Nasional untuk diterjunkan pada pelantikan Joe Biden.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Duka Cita Banjiri Upacara Pemakaman Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer

Global
Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Presiden Brasil Minta Rakyatnya Jangan Merengek soal Covid-19

Global
Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai 'Peziarah Perdamaian'

Perjalanan Bersejarah Paus Fransiskus ke Irak sebagai "Peziarah Perdamaian"

Global
3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

3 Gempa Guncang Pasifik, Peringatan Tsunami Muncul di Selandia Baru

Global
[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

[POPULER GLOBAL] Protes Kudeta Membesar Ingatkan Tragedi Indonesia 1998 | Ancaman Kematian Junta Militer di TikTok

Global
Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Kisah Misteri: Empat Bangkai Kapal Legendaris Terbesar yang Belum Ditemukan

Internasional
20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
komentar
Close Ads X