Trump Umumkan Tak Akan Hadir dalam Pelantikan Biden

Kompas.com - 08/01/2021, 23:23 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020. AP PHOTO/Evan VucciPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan takkan hadir dalam pelantikan rivalnya, Joe Biden, 20 Januari nanti.

"Bagi siapa pun yang bertanya, saya tidak akan datang pada Inaugurasi di 20 Januari," ujar si presiden di Twitter.

Adalah Wakil Presiden Mike Pence yang dikabarkan bersiap untuk datang. Tetapi, dia menunggu untuk mendapat undangan.

Baca juga: Tuntut Trump Segera Disingkirkan, Ketua DPR AS: Dia Pria yang Sangat Berbahaya

Sumber kepada CNN Jumat (8/1/2021) menuturkan, Pence mendapat tekanan dari sekelilingnya untuk datang pada pelantikan Biden.

Pada Kamis (7/1/2021), kantor Pence menegaskan bahwa orang nomor dua di AS saat ini tersebut belum terkonfirmasi sebagai undangan.

"Anda tentu tidak bisa mendatangi sebuah acara jika Anda tidak diundang," ujar Wakil Sekretaris Pers Pence, Devin O'Malley.

Paige Waltz, juru bicara Komisi Kongresional Gabungan untuk Seremonial Inaugurasi berujar, presiden dan wakilnya biasanya tak diundang secara formal.

Sumber dari komisi mengungkapkan, undangan kepada presiden dan wakil presiden yang akan lengser biasanya dikirimkan di level staf.

Sebelumnya dalam video yang diunggah di Twitter, Trump menyiratkan untuk pertama kalinya dia mengakui kemenangan Biden.

"Pemerintahan baru bakal dilantik pada 20 Januari. Fokus saya sekarang adalah memastikan transisi kekuasaan secara mulus, teratur, dan sesuai hukum," jelasnya.

Sumber di Gedung Putih mengatakan, presiden 74 tahun itu merekam pidatonya karena menghadapi berbagai serangan.

Selain para pejabatnya mengundurkan diri, Trump mendapatkan tekanan karena Demokrat kembali bersemangat untuk memakzulkannya.

Baca juga: Apa Itu Amendemen Ke-25 AS dan Bisakah untuk Pemakzulan Trump Lagi?


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X