Dituduh Plagiat, Menteri Tenaga Kerja Austria Mengundurkan Diri

Kompas.com - 11/01/2021, 20:42 WIB
Bendera Austria dan Eropa berkibar di depan kedutaan Austria di Berlin AFP PHOTO/ODD ANDERSENBendera Austria dan Eropa berkibar di depan kedutaan Austria di Berlin

ZURICH, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja Austria Christine Aschbacher mengundurkan diri setelah tuduhan bahwa dia menjiplak beberapa tugas universitasnya.

Meski demikian, Menteri berusia 37 tahun itu membantah melakukan kesalahan tersebut. Dia tetap mengajukan pengunduran diri untuk melindungi keluarganya.

Melansir Reuters pada Minggu (10/1/2021), anggota Partai Rakyat Austria konservatif yang memimpin pemerintahan koalisi tersebut, diduga menyalin setidaknya seperlima disertasi doktoralnya dari sumber lain.

“Hal yang sama juga diduga telah dilakukan Aschbacher untuk sejumlah bagian di tesis diplomanya,” kata akademisi Stefan Weber yang mengkhususkan diri dalam mendeteksi plagiarisme.

Baca juga: Trump Sebut Joe Biden Plagiat Rencana Program Ekonominya

Aschbacher mengatakan dia telah menulis disertasi dan tesisnya "sejauh pengetahuan dan keyakinannya," menurut laporan kantor berita Austria APA.

"Permusuhan, penghasutan politik, dan penghinaan sayangnya tidak hanya dilakukan pada saya, tetapi juga pada anak-anak saya, dan dengan tekanan yang tak tertahankan," katanya seperti dikutip laporan itu.

"Saya tidak bisa membiarkan ini berlanjut untuk melindungi keluarga saya. Untuk alasan ini, saya mengundurkan diri dari jabatan."

Kanselir Austria Sebastian Kurz berterima kasih kepada Aschbacher atas pekerjaannya dan mengatakan dia menerima keputusannya. Pada Minggu dia menunjuk peneliti ekonomi Martin Kocher sebagai menteri baru.

Baca juga: Hadapi Tuduhan Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

Menurut Weber, Aschbacher telah mengambil setidaknya seperlima disertasinya yang berjudul "Menyusun Gaya Kepemimpinan untuk Perusahaan Inovatif," dari sumber lain tanpa memberi label kutipan yang tepat.

Antara lain, dia telah menerjemahkan artikel dari majalah Forbes dari bahasa Inggris, mengulangi klaim penulis asli dan mengatakan bahwa dia sendiri juga telah bekerja "dengan ratusan tim".

Baca juga: Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X