Arnold Schwarzenegger Membandingkan Massa yang Serbu Capitol AS dengan Nazi

Kompas.com - 11/01/2021, 13:29 WIB
Minggu ini, 10 Januari 2021, gambar dari video yang dirilis oleh Schwarzenegger menunjukkan mantan Gubernur California dari Partai Republik Arnold Schwarzenegger sedang menyampaikan pesan publik. Schwarzenegger membandingkan massa yang menyerbu Capitol AS dengan Nazi dan menyebut Presiden Donald Trump sebagai pemimpin gagal yang akan tercatat dalam sejarah sebagai presiden terburuk yang pernah ada. AP/Frank FastnerMinggu ini, 10 Januari 2021, gambar dari video yang dirilis oleh Schwarzenegger menunjukkan mantan Gubernur California dari Partai Republik Arnold Schwarzenegger sedang menyampaikan pesan publik. Schwarzenegger membandingkan massa yang menyerbu Capitol AS dengan Nazi dan menyebut Presiden Donald Trump sebagai pemimpin gagal yang akan tercatat dalam sejarah sebagai presiden terburuk yang pernah ada.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Gubernur California sekaligus aktor kebangsaan Austria-Amerika Arnold Schwarzenegger, membandingkan massa yang menyerbu Capitol AS dengan Nazi.

Melansir Associated Press (AP), Arnold tak hanya membandingkan massa namun juga menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah pemimpin yang gagal.

Presiden Trump, sebutnya, "akan tercatat dalam sejarah sebagai presiden terburuk yang pernah ada."

Baca juga: Sang Terminator: Trump adalah Presiden Terburuk Sepanjang Masa

Arnold mengatakan dalam sebuah video yang dirilisnya di media sosial Twitter pada Minggu (10/1/2021).

Dia memulai video itu dengan membandingkan massa yang menyerbu Capitol dengan serbuan Nazi pada tahun 1938 di Jerman dan Austria yang merusak rumah, sekolah dan tempat bisnis Yahudi dalam serangan yang dikenal dengan nama Kristallnacht atau "The Night of Broken Glass".

“Pecahan kaca berada di jendela Gedung Kongres Amerika Serikat. Tapi massa tidak hanya menghancurkan jendela Capitol, mereka menghancurkan ide-ide yang kita anggap biasa," kata Arnold."Mereka menginjak-injak prinsip yang mendasari negara kita.”

Baca juga: Seorang Polisi Meninggal 3 Hari Setelah Demo Pendukung Trump di Capitol, Diduga Bunuh Diri

Schwarzenegger, yang lahir di Austria, membandingkan Proud Boys, kelompok ekstremis sayap kanan Amerika, dengan Nazi. Beberapa pemimpin Proud Boys ditangkap di ibu kota negara, sebelum dan sesudah kerusuhan yang terjadi pada Rabu lalu.

"Presiden Trump berusaha untuk membatalkan hasil pemilu, sebuah pemilu yang adil," kata Schwarzenegger dalam video tersebut. "Dia mencari kudeta dengan menyesatkan orang dengan kebohongan."

Arnold juga menyebut Trump sebagai pemimpin yang gagal dan mengatakan bahwa dia merasa senang karena pemerintahan Trump akan segera berakhir seperti berakhirnya Twitter milik Trump.

Baca juga: Prihatin dengan Kekerasan di Gedung Capitol, Paus Fransiskus Beri Pesan Peringatan Warga Amerika

Jelang akhir video, Arnold menyerukan persatuan nasional dan berjanji mendukung Presiden AS terpilih Joe Biden dalam pemerintahannya ke depan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Global
Jelang Ramadhan Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Jelang Ramadhan Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Internasional
Penembakan Daunte Wright Terjadi akibat Polisi Salah Ambil Pistol

Penembakan Daunte Wright Terjadi akibat Polisi Salah Ambil Pistol

Global
WHO: Wabah Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

WHO: Wabah Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Global
Penembakan Daunte Wright Berujung Demo Ricuh, Minneapolis dalam Kondisi Darurat

Penembakan Daunte Wright Berujung Demo Ricuh, Minneapolis dalam Kondisi Darurat

Global
Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Global
Minum Segelas Disinfektan, Wanita Ini Alami Luka di Perut

Minum Segelas Disinfektan, Wanita Ini Alami Luka di Perut

Global
Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Global
Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Global
Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Global
Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Global
Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Penembak Paris: Pelaku Masih Melarikan Diri, Diduga Sudah Targetkan Korban

Global
Lakukan 'Serbuan' Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Lakukan "Serbuan" Terbesar, China Terbangkan 25 Jet Tempur dan Pengebom ke Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

[POPULER GLOBAL] Klarifikasi Pejabat Kesehatan China Soal Efektivitas Vaksin | Anjing Terjatuh Jadi Santapan Kawanan Serigala

Global
komentar
Close Ads X