Prihatin dengan Kekerasan di Gedung Capitol, Paus Fransiskus Beri Pesan Peringatan Warga Amerika

Kompas.com - 11/01/2021, 09:18 WIB
Paus Fransiskus bertukar cindera mata dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang didampingi Ibu Negara Melania di Vatican City, Rabu (24/5/2017).  AFP PHOTO / POOL / Evan VucciPaus Fransiskus bertukar cindera mata dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang didampingi Ibu Negara Melania di Vatican City, Rabu (24/5/2017).

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mendesak warga Amerika pada Minggu (10/1/2021) untuk menghindari kekerasan, mengupayakan rekonsiliasi dan melindungi nilai-nilai demokrasi.

Peringatan Paus ini disampaikan mengingat terjadinya serangan massa di Gedung Capitol yang dilakukan oleh para pendukung Presiden Donald Trump, yang setidaknya telah menewaskan 5 orang termasuk seorang polisi.

"Saya ulangi bahwa kekerasan itu selalu merusak diri sendiri. Tidak ada yang diperoleh dari kekerasan dan justru membuat kehilangan banyak hal," kata Paus dalam pidato Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Sorotan Media China soal Penyerbuan Gedung Capitol sebagai Keruntuhan Internal Amerika

Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa hari Paus berkomentar tentang kekerasan di Amerika, seperi yang dilansir dari Reuters pada Minggu (10/1/2021).

Puluhan orang telah didakwa setelah serangan massa Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021), dengan FBI meminta publik untuk membantu mengidentifikasi peserta karena banyaknya foto kerusuhan yang beredar di internet.

Baca juga: Ikut Kerusuhan Gedung Capitol, 2 Pendukung Trump Dipecat dari Tempat Kerja

"Saya menghimbau otoritas negara dan seluruh pihak terlibat untuk menjaga rasa tanggung jawab yang tinggi untuk menenangkan keadaan, mengkampanyekan rekonsiliasi nasional, dan melindungi nilai-nilai demokrasi, yang berakar di masyarakat Amerika," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa ingin mengirim "salam kasih sayang" kepada semua warga Amerika yang berada di negara yang sedang "diguncang penyerbuan Kongres baru-baru ini".

Baca juga: Dua Laptop Dicuri dalam Serangan Gedung Capitol, Berpotensi Timbulkan Bahaya Keamanan

Paus juga megatakan bahwa dia mendoakan mereka yang tewas dalam kerusuhan Gedung Capitol dan semua orang Amerika agar "menjaga budaya diskusi, budaya kepedulian, sebagai cara utama untuk membangun kebaikan bersama".

Dalam kutipan pada Sabtu (9/1/2021) dalam wawancara televisi yang disiarkan pada Minggu malam (10/1/2021), Paus mengatakan penting untuk memahami apa yang salah dan belajar dari itu.

Baca juga: Tak Hanya Merusak, Massa Pro-Trump Juga Cemari Gedung Capitol dengan Urine dan Kotoran Manusia

"Kelompok yang masuk ke dalam masyarakat dengan tidak baik, cepat atau lambat akan melakukan kekerasan macam itu," ucapnya.

Paus Fransiskus diketahui memiliki hubungan yang sulit dengan Trump, yang sempat mengunjungi Vatikan pada 2017. Paus tidak setuju dengan sejumlah kebijakan Trump, seperti imigrasi dan perubahan iklim.

Baca juga: Kejar Polisi saat Kerusuhan Gedung Capitol, Pria Ini Berhasil Ditangkap

 


Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Petugas Kebun Binatang San Diego Digigit Ular Beludak Afrika yang Tidak Ada Antivenom

Global
Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Video Ribuan Orang Ikut Ritual di Sungai Gangga, Ratusan Positif Covid-19 Setelahnya

Global
Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Pengunduran Diri Belum Disetujui, Polisi Pelaku Penembakan Daunte Wright Dipertimbangkan Dipecat

Global
10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

10 Tahun Berhenti, Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Diguncang Gempa

Global
Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Terungkap, Rusia Sebenarnya Enggan Berkonflik Langsung dengan AS

Global
Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Global
[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

[POPULER GLOBAL] 6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara | Pemilik Kargo Kapal Ever Given Patungan Bayar Ganti Rugi di Terusan Suez

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Global
Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Global
Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
komentar
Close Ads X