Paus Fransiskus Akan Divaksin Covid-19, Sebut Itu Pilihan Etis untuk Semua

Kompas.com - 11/01/2021, 12:18 WIB
Paus Fransiskus berbicara dalam upacara antaragama untuk perdamaian di alun-alun di luar Balai Kota Roma, Selasa, 20 Oktober 2020. AP/Gregorio BorgiaPaus Fransiskus berbicara dalam upacara antaragama untuk perdamaian di alun-alun di luar Balai Kota Roma, Selasa, 20 Oktober 2020.

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus berencana mendapatkan vaksin Covid-19 paling cepat minggu depan.

Melansir Reuters pada Minggu (10/1/2021), Pemimpin Gereja Katolik Roma itu juga mendesak semua orang untuk mendapatkan vaksinasi.

Menurutnya, langkah itu penting dilakukan tidak hanya untuk melindungi nyawa diri sendiri tetapi juga orang lain.

"Saya percaya bahwa secara etis setiap orang harus melakukan vaksinasi Covid-19," kata Paus dalam wawancara dengan stasiun TV Canale 5.

"Ini adalah pilihan etis karena Anda mempertaruhkan kesehatan Anda, dengan hidup Anda, tetapi Anda juga berjudi dengan nyawa orang yang lain."

Baca juga: Prihatin dengan Kekerasan di Gedung Capitol, Paus Fransiskus Beri Pesan Peringatan Warga Amerika

Sebagai rumah bagi sekitar 450 orang termasuk Paus Franciskus, Vatikan menyatakan akan segera meluncurkan kampanye vaksinasi sendiri melawan virus corona.

"Minggu depan, kita akan mulai melakukannya di sini, di Vatikan, dan saya telah memesan sendiri. Itu harus dilakukan," kata Paus ke-266 itu.

Paus Fransiskus, 84 tahun, berpotensi rentan terhadap virus corona. Pasalnya ada bagian dari satu paru-parunya yang diangkat selama sakit, ketika masih muda di negara asalnya Argentina.

Kota Vatikan pekan lalu mengatakan berharap menerima cukup dosis vaksin Covid-19 dalam waktu dekat. Vaksin akan diberikan untuk semua penduduk dan pekerjanya yang tinggal di luar wilayahnya, di Roma.

Sebagai bagian dari rencana vaksinasi, Vatikan mengatakan telah membeli lemari es pendingin ultra, untuk menyimpan vaksin.

Baca juga: Dokter Pribadi Paus Fransiskus Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Mereka akan menggunakan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, yang harus disimpan pada suhu sekitar minus 70 derajat celcius.

Saat cuplikan wawancara dirilis, situs resmi Vatican News melaporkan bahwa dokter pribadi paus, Fabrizio Soccorsi, meninggal karena komplikasi Covid-19.

Soccorsi, 78 tahun, berada di rumah sakit dan sedang dirawat karena kanker. Dia telah menjadi dokter paus sejak 2015.

Baca juga: Paus Fransiskus Kutuk Wisatawan Bersenang-senang Tanpa Pikirkan Lockdown Covid-19

Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X