Seorang Polisi Meninggal 3 Hari Setelah Demo Pendukung Trump di Capitol, Diduga Bunuh Diri

Kompas.com - 11/01/2021, 13:12 WIB
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/STEPHANIE KEPendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang polisi dilaporkan meninggal, tiga hari setelah dia merespons demo pendukung Presiden Donald Trump di Gedung Capitol.

Petugas yang diidentifikasi bernama Howard Liebengood itu meninggal pada Sabtu (9/1/2021), ketika tidak sedang bertugas.

Petugas dari Kepolisian Capitol yang tewas dalam usia 51 tahun itu menjadi penegak hukum kedua yang meninggal dalam kerusuhan Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Demo AS Ternyata Mirip Indonesia, Ada Pedagang Asongan Juga

Tidak dijelaskan apa penyebab kematiannya. Namun laporan di media AS menyebut ada dugaan dia melakukan bunuh diri.

"Doa dan belasungkawa kami sampaikan kepada keluarga, dan kolega mendiang," demikian pernyataan yang dikeluarkan Kepolisian Capitol.

Kabar tragis itu terjadi setelah sesama polisi, diidentifikasi bernama Brian Sicknick, tewas akibat luka-lukanya pada Kamis (7/1/2021).

Sicknick tewas setelah dirawat secara intensif akibat dipukul menggunakan alat pemadam api di bagian kepala.

"Petugas Sicknick merespons adanya kerusuhan, dan mengalami luka setelah terlibat kontak fisik dengan massa," jelas kepolisian dikutip Daily Mirror.

Baik Sicknick dan Liebengood bertugas di Gedung Capitol ketika pendukung Trump berusaha merangsek masuk.

Baca juga: Begitu Ingin Menyingkirkan Trump, Ketua DPR AS: Dia adalah Ancaman

Demonstran saat itu berusaha mengintervensi Kongres AS yang mengesahkan hasil Pilpres AS 2020 yang memenangkan Joe Biden.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Dilarang Akses Alquran, Alexei Navalny Bersumpah Tuntut Petugas Penjara

Global
Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Gara-gara Curi 2 Kemeja, Pria Kulit Hitam Dipenjara 20 Tahun

Global
NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Global
Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Dukungan Nyata untuk Taiwan, AS Kirim Delegasi Tak Resmi ke Taipei

Global
China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

China Beri Peringatan AS: Jangan Main Api soal Taiwan

Global
6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Global
Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Global
Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
komentar
Close Ads X