Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasien Covid-19 Kabur dari RS, Warga Hong Kong Panik

Kompas.com - 22/12/2020, 07:35 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

HONG KONG, KOMPAS.com – Kepolisian Hong Kong berhasil menangkap seorang pasien Covid-19 yang melarikan diri saat dirawat di rumah sakit.

Pasien bernama Li Wan-keung (63) tersebut kabur dari bangsal isolasi di sebuah rumah sakit di Hong Kong pada Jumat (18/12/2020).

Dilansir dari The New York Times, Senin (21/12/2020), Li berhasil kabur ketika para dokter dan perawat disibukkan oleh pasien lain.

Sontak hal tersebut memicu kepanikan di seluruh Hong Kong. Polisi lantas memburu Li di seluruh penjuru kota tersebut.

Baca juga: Pejabat AS Ramai-ramai Siarkan Vaksinasi Covid-19, Ini Sebabnya

Pihak berwenang mengatakan, Li berhasil sembunyi selama 54 jam bahkan setelah polisi merilis nama dan fotonya di akun media sosial mereka.

Setelah menjadi buruan, Li akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (20/12/2020) malam waktu setempat dan dibawa kembali ke rumah sakit.

Seorang perwakilan polisi mengatakan pada Senin bahwa petugas menerima informasi tentang keberadaan Li. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti polisi untuk mennagkap Li.

Hong Kong merupakan wilayah semi-otonom China yang saat ini sedang berjuang melawan gelombang keempat Covid-19.

Baca juga: [VIDEO] Joe Biden Disuntik Vaksin Covid-19 di Depan Umum, Minta Rakyat AS Tak Ragu

Wilayah tersebut memiliki persyaratan karantina dan isolasi yang ketat untuk orang-orang yang tertular virus corona dan kontak dekat mereka.

Mereka yang dinyatakan positif mengidap Covid-19, entah itu menunjukkan gejala atau tidak, dikirim ke rumah sakit untuk dirawat sampai hasil tesnya negatif.

Sementara itu, kontak dekat pasien Covid-19 dikirim ke kamp karantina hingga dua pekan.

Pergi tanpa izin dari fasilitas karantina dan isolasi adalah tindakan ilegal dan dapat dihukum penjara hingga dua bulan atau denda 645 dollar AS (Rp 9 juta).

Baca juga: Thailand Gelar Pilkada di Tengah Protes Massa dan Pandemi Covid-19

Pada 1 Desember, Pengadilan Hong Kong memenjarakan atau mendenda 76 orang yang dinyatakan bersalah karena melanggar aturan karantina.

Pejabat pemerintah mengatakan bahwa hukuman penjara dimaksudkan untuk menindak tegas para pelanggar dan menunjukkan bahwa aturan mereka tidak main-main.

Hong Kong melaporkan kasus Covid-19 tercatat sebanyak 8.237 kasus dan 130 kematian sejak wabah virus corona dimulai.

Baca juga: Studi: Covid-19 Nyaris Tiga Kali Lebih Mematikan Daripada Flu Biasa

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Berlian Rp 64 Juta Hilang dalam Adonan, Toko Roti Ini Minta Pelanggan Periksa Kue

Global
Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Terlibat Korupsi Rp 200 Triliun, Pengusaha Vietnam Divonis Hukuman Mati

Global
Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Paus Fransiskus Resmi Akan Kunjungi Indonesia pada 3-6 September

Global
Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Viral Istri Cari Suaminya yang Ghosting Lewat Facebook, Ternyata Ini yang Terjadi

Global
Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Gedung Pencakar Langit Texas Menggelap di Malam Hari, Selamatkan Miliaran Burung dari Tabrakan

Global
Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Kisah Pilu Aslina, Kehilangan 2 Putranya Sama-sama karena Kecelakaan Jelang Lebaran

Global
AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

AS Minta China Gunakan Pengaruhnya untuk Cegah Iran Serang Israel

Global
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Pria Bersenjata Dilaporkan di Stasiun Skotlandia, Ternyata Cosplayer Star Wars

Global
Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Badan Legislatif Tennessee Sahkan UU Larang Pernikahan Antarsepupu Pertama

Global
Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Kekurangan Murid, Korea Selatan Rekrut Pelajar Indonesia untuk Isi Sekolah

Global
Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Rangkuman Hari Ke-778 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Bunuh 2 Militan | Fasilitas Energi Ukraina Diserang

Global
Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Masjid Negara Malaysia Minta Maaf Usai Viral Pria Gondrong Diminta Pakai Jilbab

Global
Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Warga Gaza Gunakan Panel Surya untuk Menyalakan Pompa Sumur dan Hasilkan Air Bersih

Global
Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Korea Selatan Kerahkan 2.700 Perawat Tambahan di Tengah Aksi Mogok Ribuan Dokter

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com