Thailand Gelar Pilkada di Tengah Protes Massa dan Pandemi Covid-19

Kompas.com - 21/12/2020, 20:04 WIB
Pemilihan umum tahun lalu di Thailand menuai tuduhan manipulasi, dan memicu protes pemuda selama berbulan-bulan.
AP PHOTO/ GEMUNU AMARASINGHEPemilihan umum tahun lalu di Thailand menuai tuduhan manipulasi, dan memicu protes pemuda selama berbulan-bulan.

BANGKOK, KOMPAS.com - Warga Thailand menggelar pemungutan suara secara nasional dalam pilkada pada Minggu (20/12/2020).

Pilkada ini menjadi ujian pertama demokrasi sejak pemilihan umum tahun lalu yang menuai tuduhan manipulasi, dan memicu protes pemuda selama berbulan-bulan.

Pemilu di 76 provinsi Thailand di luar ibu kota Bangkok adalah yang pertama sejak Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-o-cha, yang mempertahankan kekuasaan setelah pemungutan suara tahun lalu. PM Prayuth menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta militer.

"Itu tugas saya untuk memilih," kata pekerja bank berusia 27 tahun Korkiet Akaraparn, yang memberikan suara dalam pemilihan provinsi pertamanya di Nonthaburi, pinggiran Bangkok, melansir Reuters.

"Saya berharap akan ada orang baru dari pemilu ini yang membawa perubahan."

Baca juga: Demo Thailand Minta PBB Bantu Hapus UU Pencemaran Nama Baik Kerajaan

Pejabat pemungutan suara melaporkan jumlah pemilih yang stabil meskipun terjadi lonjakan kasus virus corona harian terbesar terjadi di sebuah provinsi di luar Bangkok pada Sabtu (19/12/2020).

Pemungutan suara ditutup pada pukul 5 sore, dengan hasil yang diharapkan keluar pada malam hari.

Di antara partai-partai yang mengajukan kandidat adalah Partai Progressive Movement, yang berakar dari Future Forward Party-nya Thanathorn Juangroongruangkit yang sekarang dilarang.

Thanathorn muncul sebagai penantang paling vokal untuk Prayuth, ketika dia dan partainya dilarang berpolitik, yang memicu protes menuntut pelengseran Prayuth, konstitusi baru, dan reformasi monarki.

Prayuth menolak tudingan bahwa dia merekayasa pemilihan umum untuk mempertahankan kekuasaan.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Covid-19 India Sudah Menyebar Luas, Pemerintah Inggris Waswas

Varian Covid-19 India Sudah Menyebar Luas, Pemerintah Inggris Waswas

Global
Konflik Israel-Palestina (2): Bentrokan Awal sampai Solusi Dua Negara

Konflik Israel-Palestina (2): Bentrokan Awal sampai Solusi Dua Negara

Global
Konflik Israel-Palestina (1): Gerakan Zionisme sampai Mandat Palestina

Konflik Israel-Palestina (1): Gerakan Zionisme sampai Mandat Palestina

Global
Pangeran Harry Mengaku Pindah ke AS untuk Memutus Siklus Penderitaan Keluarga

Pangeran Harry Mengaku Pindah ke AS untuk Memutus Siklus Penderitaan Keluarga

Global
Gaza Akan Segera Kehabisan Bahan Bakar untuk Generator Listriknya

Gaza Akan Segera Kehabisan Bahan Bakar untuk Generator Listriknya

Global
AS Beri Sanksi ke Pejabat China atas 'Penganiayaan Agama'

AS Beri Sanksi ke Pejabat China atas "Penganiayaan Agama"

Global
Pria Ini Tak Sengaja Telan Tusuk Sate Besi, Tembus ke Tenggorokan dan Paru-parunya

Pria Ini Tak Sengaja Telan Tusuk Sate Besi, Tembus ke Tenggorokan dan Paru-parunya

Global
Korban Tewas di Gaza Meningkat, Rumah Sakit Tertekan Pandemi dan Korban Luka

Korban Tewas di Gaza Meningkat, Rumah Sakit Tertekan Pandemi dan Korban Luka

Global
18 Gajah Tewas di Hutan Lindung India Diduga Tersambar Petir

18 Gajah Tewas di Hutan Lindung India Diduga Tersambar Petir

Global
Biden Lepas Maskernya di Gedung Putih, Sebut 'Hari yang Indah'

Biden Lepas Maskernya di Gedung Putih, Sebut "Hari yang Indah"

Global
Perayaan Idul Fitri WNI di Sydney, Konjen RI Ajak Masyarakat Doakan Palestina

Perayaan Idul Fitri WNI di Sydney, Konjen RI Ajak Masyarakat Doakan Palestina

Global
Pria Ini Dibunuh Saudara Tiri dan Sepupunya karena Gay

Pria Ini Dibunuh Saudara Tiri dan Sepupunya karena Gay

Global
Guru Ini Lindungi Muridnya dari Penembakan di Rusia, tetapi Anaknya Tewas Ditembak

Guru Ini Lindungi Muridnya dari Penembakan di Rusia, tetapi Anaknya Tewas Ditembak

Global
Israel Klarifikasi Pasukan Daratnya Sudah Menyerang Gaza

Israel Klarifikasi Pasukan Daratnya Sudah Menyerang Gaza

Global
Biografi Tokoh Dunia: Yitzhak Rabin, Sosok Pendamai Israel dan Palestina yang Berakhir Tragis

Biografi Tokoh Dunia: Yitzhak Rabin, Sosok Pendamai Israel dan Palestina yang Berakhir Tragis

Internasional
komentar
Close Ads X