Agen Intelijen AS Dikabarkan Tewas di Somalia, CIA Bungkam

Kompas.com - 27/11/2020, 11:45 WIB
Logo Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di markas besar mereka di Langley, Virginia, pada 3 Maret 2005. REUTERS/Jason Reed JIRLogo Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di markas besar mereka di Langley, Virginia, pada 3 Maret 2005.

MOGADISHU, KOMPAS.com - Seorang agen Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dilaporkan tewas dalam sebuah pertempuran di Somalia beberapa hari terakhir.

Laporan itu disampaikan oleh media AS The New York Times pada Kamis (26/11/2020) tanpa merilis rincian tentang bagaimana agen itu tewas.

Agen CIA yang tewas tersebut merupakan perwira veteran Pusat Kegiatan Khusus CIA, cabang paramiliter yang menjalankan beberapa tugas badan intelijen yang paling berbahaya.

Baca juga: Keponakan Kim Jong Un yang Kaya Menghilang Setelah Bertemu CIA

The New York Times menambahkan agen yang tewas itu adalah mantan anggota pasukan khusus SEAL Team 6.

Sementara itu, menurut CNN, agen itu meninggal karena cedera yang dideritanya selama operasi pada pekan lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, CIA belum berkomentar secara terbuka tentang laporan kematian agen tersebut sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Mantan Direktur CIA: AS dalam Bahaya, jika Trump Terpilih Jadi Presiden Lagi

AS sendiri mengirim sekitar 700 tentara ke Somalia untuk melatih tentara Somalia dan melakukan serangan kontra-terorisme terhadap kelompok milisi Al-Shabaab.

Al-Shabaab ditetapkan Washington sebagai gerakan teror pada 2008. Awal bulan ini, Negeri “Uncle Sam” memasukkan Al-Shabaab ke dalam daftar hitam terornya.

Pemimpin kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda tersebut disalahkan atas serangan di Kenya yang menewaskan tiga warga AS pada Januari.

Baca juga: Terungkap, 4 Agen CIA Tenggelam dalam Misi Rahasia Melacak Militer China

Al-Shabaab diperkirakan memiliki antara 5.000 hingga 9.000 milisi yang telah berjanji untuk menggulingkan pemerintah Somalia.

Presiden AS Donald Trump yang akan segera lengser keprabon sedang mempertimbangkan untuk menarik semua pasukan AS dari Somalia pada saat dia meninggalkan kantornya pada Januari 2021 sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Pada awal masa jabatannya, Trump memberi Pentagon kebebasan untuk memperluas operasi militernya, termasuk serangan udara dan serangan darat, di negara Afrika yang dilanda perang.

Tetapi sebuah laporan resmi yang dirilis pada Februari mengatakan bahwa meskipun serangan udara AS terus berlanjut di Somalia, Al-Shabaab tampaknya menjadi ancaman yang berkembang yang bercita-cita untuk menyerang tanah AS.

Baca juga: CIA Rilis Ujian Masuk Mereka, Tertarik Mencoba?


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X