Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Kompas.com - 24/11/2020, 21:23 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

MOSKWA, KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 milik Rusia, Sputnik V, diklaim efektif hingga 95 persen berdasarkan analisis data uji klinis interim kedua.

Klaim itu muncul setidaknya sepekan setelah raksasa farmasi asal Amerika Serikat (AS), Pfizer, juga menyatakan efektivitas vaksinnya mencapai 95 persen.

Berdasarkan pernyataan dari pengembangnya, vaksin sebanyak dua dosis itu akan tersedia gratis bagi warga "Negeri Beruang Merah".

Baca juga: Saat Efektivitas Vaksin Pfizer Diklaim Mencapai 95 Persen...

Sementara untuk pasaran internasional, vaksin Covid-19 Sputnik V itu bakal dijual dengan harga kurang dari 10 dollar AS (Rp 141.748) per dosis.

Disebutkan obat itu bisa disimpan di tempat dengan suhu antara 2-8 derajat Celsius, daripada suhu di bawah nol seperti yang disyaratkan vaksin lain.

Klaim itu diberikan melalui pernyataan bersama antara Kementerian Kesehatan Rusia, pusat penelitian Gamaleya selaku pengembang, dan Dan Investasi Langsung Rusia (RDIF).

Dilansir AFP Selasa (24/11/2020), klaim efektivitas hingga 95 persen muncul setelah mereka melihat data awal yang didapat 42 hari setelah dosis pertama.

Ketiga lembaga itu menyatakan, vaksin itu menunjukkan keampuhan 91,4 persen 28 hari setelah dosis pertama, dan didapat pada 39 kasus.

Sekitar 42 hari kemudian, setelah peneliti melakukan penyuntikkan dosis kedua, data menunjukkan efektivitas meningkat hingga 95 persen.

Baca juga: Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Meski begitu, klaim itu menyertakan bukti berupa berapa banyak kasus Covid-19 yang mereka tangani hingga mengambil kesimpulan tersebut.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masukkan Bayi ke Freezer Hidup-hidup, 2 Dokter dan 1 Bidan Ini Dipenjara

Masukkan Bayi ke Freezer Hidup-hidup, 2 Dokter dan 1 Bidan Ini Dipenjara

Global
Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris

Ucapan Selamat Para Pemimpin Dunia kepada Joe Biden dan Kamala Harris

Global
Serba Serbi Pelantikan Biden: Sinar Matahari Tercerah Selama Hampir 3 Dekade Momen Pelantikan

Serba Serbi Pelantikan Biden: Sinar Matahari Tercerah Selama Hampir 3 Dekade Momen Pelantikan

Global
Sebelum Lengser, Trump Berikan Perlindungan Secret Service ke Semua Anaknya

Sebelum Lengser, Trump Berikan Perlindungan Secret Service ke Semua Anaknya

Global
10 Hari Upaya Penyelamatan, 1 Orang Tewas dan 21 Penambang Masih Terjebak di Bawah Tanah

10 Hari Upaya Penyelamatan, 1 Orang Tewas dan 21 Penambang Masih Terjebak di Bawah Tanah

Global
Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Batalkan Status Darurat, Klaim Raih Mayoritas

Anwar Ibrahim Minta Raja Malaysia Batalkan Status Darurat, Klaim Raih Mayoritas

Global
Kisah Balas Dendam Conquistador Spanyol atas Kanibalisme Penduduk Aztec

Kisah Balas Dendam Conquistador Spanyol atas Kanibalisme Penduduk Aztec

Global
Ini Kata Pendukung Trump soal Pelantikan Joe Biden: 'Trumpisme Akan Bertahan'

Ini Kata Pendukung Trump soal Pelantikan Joe Biden: "Trumpisme Akan Bertahan"

Global
Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Kata Pendukung Trump yang Masih Setia

Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Kata Pendukung Trump yang Masih Setia

Global
China Sanksi Puluhan Pejabat Trump karena 'Melanggar Kedaulatan'

China Sanksi Puluhan Pejabat Trump karena "Melanggar Kedaulatan"

Global
Pidato Lengkap Pelantikan Joe Biden Berulang Kali Serukan Persatuan Amerika

Pidato Lengkap Pelantikan Joe Biden Berulang Kali Serukan Persatuan Amerika

Global
Jenderal yang Terkenal karena Umumkan Kudeta di Zimbabwe Meninggal karena Covid-19

Jenderal yang Terkenal karena Umumkan Kudeta di Zimbabwe Meninggal karena Covid-19

Global
DPR AS: Trump dapat Terseret dalam Kasus Pembunuhan di Gedung Capitol

DPR AS: Trump dapat Terseret dalam Kasus Pembunuhan di Gedung Capitol

Global
Trump Tiba di Rumahnya Saat Joe Biden Dilantik

Trump Tiba di Rumahnya Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pesan Terakhir Nancy Pelosi kepada Donald Trump yang Baginya 'Noda Negara'

Pesan Terakhir Nancy Pelosi kepada Donald Trump yang Baginya "Noda Negara"

Global
komentar
Close Ads X