BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Kompas.com - 24/11/2020, 17:02 WIB
Calon vaksin corona Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). AFP/NOEL CELISCalon vaksin corona Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020).


KOMPAS.com- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) DR Penny K Lukito MCP mengatakan, izin edar penggunaan darurat berupa Emergency Uses Authorization ( EUA) vaksin Sinovac kemungkinan besar baru bisa dikeluarkan minggu ketiga atau keempat bulan Januari 2021.

"Kerjasama bersama (berbagai pihak terkait) untuk menuju ekspektasi kita ke depan adalah pemberian EUA pada minggu ke-3 atau ke-4 bulan Januari (2021)," kata Penny dalam konferensi pers terkait pengembangan uji klinik vaksin Covid-19, Kamis (19/11/2020).

Salah satu kandidat vaksin yang ditargetkan akan diberikan EUA pada Januari mendatang adalah vaksin Sinovac.

Sebagai informasi, uji klinik vaksin Sinovac di Indonesia merupakan uji klinik fase 3, dan dilakukan di Bandung.

Baca juga: BPOM Ungkap Proses Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Dapat Izin Edar

 

Pengujian ini telah dilaksanakan oleh Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran melalui kerjasama PT Biofarma dengan Sinovac Biotech Cina.

Hingga saat ini, sebanyak 1.620 subjek uji klinik telah menerima suntikan pertama vaksin Sinovac (hari ke-0) dan 1.603 subjek telah menerima suntikan kedua (hari ke-14).

Untuk membantu tercapainya target pemberian EUA pada Januari 2021, Direktur Utama PT Biofarma, Ir Honesti Basyir mengatakan, pihaknya akan memberikan data-data hasil pengujian vaksin Covid-19 itu kepada BPOM.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia, 1.074 Relawan Telah Mendapat Dosis Kedua

 

"Kami akan memberikan data terkait pengujian vaksin Covid-19 di Bandung ini juga akan diberikan kepada BPOM di sekitar minggu pertama Januari 2021," ujarnya. 

Terkait persoalan pemberian EUA pada Januari 2021 mendatang, epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, pengeluaran EUA untuk vaksin Sinovac itu masih terlalu dini.

"Untuk pengeluaran emergency use (EUA) Sinovac, saya melihat belum ada dasar dan argumen ilmiah yang kuat saat ini," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

Sebab, menurut dia, saat ini dari data ilmiahnya, uji fase 3 yang ada di beberapa negara juga belum cukup memadai, termasuk penggunaan darurat vaksin Sinovac ini di China sendiri belum ada hasil kajian ilmiah yang sangat kuat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Apa Itu Awan Cumulonimbus dan Apa Dampaknya?

Rahasia Alam Semesta: Apa Itu Awan Cumulonimbus dan Apa Dampaknya?

Fenomena
Kenapa Air Mata Rasanya Asin?

Kenapa Air Mata Rasanya Asin?

Kita
4 Cara Penularan Virus Corona, dari Transmisi Pernapasan hingga Tinja

4 Cara Penularan Virus Corona, dari Transmisi Pernapasan hingga Tinja

Kita
Waterspout Waduk Gajah Mungkur, Kenali Tanda dan Waktu Datangnya Puting Beliung

Waterspout Waduk Gajah Mungkur, Kenali Tanda dan Waktu Datangnya Puting Beliung

Fenomena
Cegah Covid-19, Apa Beda Masker Kain, Medis, FFP2, N95, dan KN95?

Cegah Covid-19, Apa Beda Masker Kain, Medis, FFP2, N95, dan KN95?

Kita
Pertama Kali, Ahli Hitung Populasi Gajah Afrika dari Luar Angkasa

Pertama Kali, Ahli Hitung Populasi Gajah Afrika dari Luar Angkasa

Oh Begitu
Waterspout Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini 5 Tanda Kemunculannya

Waterspout Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini 5 Tanda Kemunculannya

Oh Begitu
Satelit Seukuran Kotak Sereal akan Diluncurkan Australia Selatan ke Luar Angkasa

Satelit Seukuran Kotak Sereal akan Diluncurkan Australia Selatan ke Luar Angkasa

Fenomena
7 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru

7 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru

Oh Begitu
Fosil Dinosaurus di Argentina Jadi Mahluk Terbesar di Bumi yang Pernah Ditemukan

Fosil Dinosaurus di Argentina Jadi Mahluk Terbesar di Bumi yang Pernah Ditemukan

Oh Begitu
BMKG: 4 Fakta Peningkatan Aktivitas Gempa Januari 2021 Dibandingkan 2020

BMKG: 4 Fakta Peningkatan Aktivitas Gempa Januari 2021 Dibandingkan 2020

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Sebut Puting Beliung di Wonogiri Waterspout | Pemanasan Global Bikin Ikan Sulit Bernapas | 3 Gejala Covid-19 di Mata

[POPULER SAINS] BMKG Sebut Puting Beliung di Wonogiri Waterspout | Pemanasan Global Bikin Ikan Sulit Bernapas | 3 Gejala Covid-19 di Mata

Oh Begitu
Deretan Bencana Alam di Awal 2021, Walhi Desak Pemerintah Serius Pulihkan Lingkungan

Deretan Bencana Alam di Awal 2021, Walhi Desak Pemerintah Serius Pulihkan Lingkungan

Oh Begitu
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BMKG Sebut Itu Waterspout

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, BMKG Sebut Itu Waterspout

Fenomena
Halo Prof! Hidung Mudah Mimisan, Bagaimana Solusinya?

Halo Prof! Hidung Mudah Mimisan, Bagaimana Solusinya?

Halo Prof!
komentar
Close Ads X