Pemerintah Afghanistan Optimis Kesepakatan Damai dengan Taliban sudah "Sangat Dekat"

Kompas.com - 22/11/2020, 10:00 WIB
Petugas keamanan Afghanistan berpatroli di Helmand, Afghanistan, pada 4 Maret 2020. WATAN YAR/EPA-EFEPetugas keamanan Afghanistan berpatroli di Helmand, Afghanistan, pada 4 Maret 2020.

KABUL, KOMPAS.com - Seorang pejabat senior Afghanistan mengatakan kesepakatan damai pemerintah Afghanistan dan Taliban "sangat dekat" setelah memecahkan kebuntuan dalam masalah dari kedua belah pihak.

Pembicaraan damai telah dimulai di Doha pada 12 September, tetapi ada banyak masalah tentang ketidaksepakatan, meliputi kerangka dasar diskusi dan interpretasi agama.

Sementara, kekerasan masih terus berkecamuk di Afghanistan dengan serangkaian serangan roket, terakhir pada Sabtu (21/11/2020) di Kabul, yang menewaskan sedikitnya 8 orang.

Melansir AFP pada Sabtu (21/11/2020), Taliban, yang merupakan garis keras Sunni, membantah bertanggung jawab dan serangan itu diklaim oleh kelompok ISIS.

Baca juga: 23 Roket Hantam Afghanistan, 8 Orang Tewas, 31 Orang Luka-luka

"Kami belum bergerak ke arah diskusi tentang substansi utama negosiasi, agenda utama," kata Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, dalam sebuah wawancara dengan AFP selama kunjungan ke Turki.

Namun, ia memberikan alasan untuk optimisme. "Kami dekat, kami sangat dekat. Mudah-mudahan kami melewati fase ini dan sampai pada masalah substansial" termasuk keamanan.

Komentar Abdullah datang sehari setelah seorang pemimpin senior Taliban yang berbasis di Pakistan mengatakan kepada AFP bahwa "kemajuan yang memadai" telah dibuat pada poin-poin penting yang mencuat.

Abdullah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat di Istanbul, saat Afghanistan mencari dukungan untuk negosiasi dari Turki.

Baca juga: Pemimpin Pasukan Australia SAS Paksa Anggota Baru Bunuh Tahanan di Afghanistan

Pasukan Turki telah mengambil bagian dalam Pasukan Bantuan Keamanan Internasional NATO di Afghanistan, sementara Turki juga telah menjadi negara transit bagi warga Afghanistan yang melarikan diri dari kekerasan dan mencari perlindungan di Eropa.

Abdullah juga mengatakan pasukan AS harus mundur dari Afghanistan "jika persyaratan terpenuhi".

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Kematian akibat Covid-19 Lampaui 100.000, PM Inggris Akui Sangat Menyesal

Angka Kematian akibat Covid-19 Lampaui 100.000, PM Inggris Akui Sangat Menyesal

Global
Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya

Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya

Global
Pria Bersenjata di Nigeria Culik Para Anak Panti Asuhan Demi Tebusan Rp 300-an Juta

Pria Bersenjata di Nigeria Culik Para Anak Panti Asuhan Demi Tebusan Rp 300-an Juta

Global
Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?

Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?

Global
Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Global
Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Hampir Sepanjang Tahun Ini

Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Hampir Sepanjang Tahun Ini

Global
3 Pekan Pasca-Kerusuhan Kepala Kepolisian Gedung Capitol Minta Maaf dan Ungkap 'Kegagalan'

3 Pekan Pasca-Kerusuhan Kepala Kepolisian Gedung Capitol Minta Maaf dan Ungkap "Kegagalan"

Global
Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Arab Saudi

Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Arab Saudi

Global
Biden Rencana Beli 200 Juta Vaksin Covid-19 Lebih Banyak

Biden Rencana Beli 200 Juta Vaksin Covid-19 Lebih Banyak

Global
Konfrontasi Putin Lewat Telepon, Ini yang Dibahas Biden

Konfrontasi Putin Lewat Telepon, Ini yang Dibahas Biden

Global
[POPULER GLOBAL] Trump Lanjutkan 'Agenda Pemerintahannya' di Kantor Baru | Daftar Kebijakan Eksekutif Biden Sepekan

[POPULER GLOBAL] Trump Lanjutkan "Agenda Pemerintahannya" di Kantor Baru | Daftar Kebijakan Eksekutif Biden Sepekan

Global
Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Global
Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Global
Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Global
Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Global
komentar
Close Ads X