23 Roket Hantam Afghanistan, 8 Orang Tewas, 31 Orang Luka-luka

Kompas.com - 21/11/2020, 20:26 WIB
Beberapa pria berdiri di sekitar jenazah seorang anak laki-laki yang tewas serangan roket di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 21 November 2020. Sebanyak 23 roket menghantam berbagai bagian ibu kota Afghanistan. AP/Rahmat GulBeberapa pria berdiri di sekitar jenazah seorang anak laki-laki yang tewas serangan roket di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 21 November 2020. Sebanyak 23 roket menghantam berbagai bagian ibu kota Afghanistan.

KABUL, KOMPAS.com - Sekitar 23 rentetan roket menghantam berbagai bagian ibu kota Kabul, Afghanistan pada Sabtu (21/11/2020) dengan jumlah korban tewas bertambah dari sebelumnya 4 orang menjadi 8 menurut kantor berita Associated Press (AP).

Selain korban tewas, seorang pejabat mengatakan pada AP bahwa 31 orang lainnya mengalami luka-luka.

Roket ditembakkan dari 2 mobil, menurut Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian. Belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan itu terjadi di daerah Wazir Akbar Khan di Kabul, dan dikabarkan memiliki misi diplomatik.

Satu roket dikabarkan mendarat di Kompleks Kedutaan Besar Iran. Melalui twit-nya, Kedutaan Besar Iran di Kabul mengonfirmasi sebuah roket jatuh di halaman kompleks kedutaan disertai 'sejumlah pecahan peluru' menghantam gedung utama.

Baca juga: Serangan Roket Hantam Afghanistan, Sedikitnya 3 Orang Tewas

Serangan itu menyebabkan kerusakan pada jendela dan peralatan. Tidak disebutkan apa detil dari peralatan yang rusak.

"Untungnya insiden tersebut tidak memakan korban dan semua staf dalam keadaan sehat," kata twit tersebut.

Taliban mengeluarkan pernyataan cepat yang menyangkal bertanggung jawab atas serangan itu juga afiliasi kelompok Negara Islam (ISIS) yang beroperasi di daerah tersebut dan telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan baru-baru ini di Kabul termasuk dua serangan dahsyat terhadap lembaga pendidikan yang menewaskan lebih dari 50 orang, banyak di antaranya pelajar.

Pakistan, dengan Perdana Menteri Imran Khan mengunjungi Kabul untuk pertama kalinya sejak pemilihannya pada 2018, mengutuk serangan itu dan memperingatkan "penting untuk waspada terhadap perusak yang berupaya merusak upaya perdamaian." 

Baca juga: Pemimpin Pasukan Australia SAS Paksa Anggota Baru Bunuh Tahanan di Afghanistan

Meski demikian, Imran Khan tidak merinci siapa 'perusak' yang dimaksudnya. 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

Global
Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Global
Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Global
Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Global
Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Global
Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang 'Baru dan Rumit'

Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang "Baru dan Rumit"

Global
Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Global
jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

Global
Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Global
Kerusuhan di Penjara Sri Lanka akibat Narapidana Coba Kabur, 8 Orang Tewas

Kerusuhan di Penjara Sri Lanka akibat Narapidana Coba Kabur, 8 Orang Tewas

Global
Pejabat Selandia Baru Dakwa 13 Pihak yang Sebabkan Korban Ledakan Gunung Berapi White Island

Pejabat Selandia Baru Dakwa 13 Pihak yang Sebabkan Korban Ledakan Gunung Berapi White Island

Global
Catat Nol Kasus Covid-19, Victoria Izinkan Warganya Kembali 'Ngantor'

Catat Nol Kasus Covid-19, Victoria Izinkan Warganya Kembali "Ngantor"

Global
Perawat Ini Berbohong Tak Periksa Kondisi Diego Maradona Sebelum Meninggal

Perawat Ini Berbohong Tak Periksa Kondisi Diego Maradona Sebelum Meninggal

Global
Komik 'Nakayosi' Akan Terbitkan Karakter Juara Tenis Dunia Asal Jepang, Naomi Osaka

Komik "Nakayosi" Akan Terbitkan Karakter Juara Tenis Dunia Asal Jepang, Naomi Osaka

Global
Konflik Etiopia: Pemimpin Pasukan Tigray Belum Mau Menyerah

Konflik Etiopia: Pemimpin Pasukan Tigray Belum Mau Menyerah

Global
komentar
Close Ads X