Ilmuwan Australia Berencana Jinakkan Petir untuk Cegah Kebakaran Hutan

Kompas.com - 21/11/2020, 23:03 WIB
Ilustrasi Kebakaran Hutan. ShutterstockIlustrasi Kebakaran Hutan.

CANBERRA, KOMPAS.com - Para ilmuwan Australia sedang mengembangkan suatu rencana ambisius untuk berusaha menjinakkan petir guna mengurangi ancaman kebakaran hutan.

Banyak di antara kebakaran yang sangat merusak pada musim panas lalu di negara itu disebabkan oleh sambaran petir. Satu tim peneliti internasional di Canberra sedang menguji coba sinar laser dalam upaya mengontrol lokasi di mana petir menyambar.

Para ilmuwan di Canberra sedang berusaha menjinakkan sambaran petir yang menyebabkan sebagian besar kebakaran hutan di Australia.

Baca juga: Kebakaran Hutan Colorado Bergerak Lebih Lambat dari Biasanya

Para ilmuwan meyakini bahwa jalur dan arah sambaran petir dapat dikendalikan oleh pointer atau penunjuk laser berukuran kecil yang mudah dibawa-bawa.

Petir terjadi sewaktu tetesan hujan yang membeku saling bertabrakan di awan badai, yang kemudian menciptakan muatan listrik.

Para periset telah memperlihatkan bahwa awan petir dapat dijinakkan dengan menggunakan laser untuk memanaskan partikel-partikel kecil di udara untuk memicu sambaran petir.

Di laboratorium, mereka telah berhasil menggunakan pancaran energi untuk memandu semburan listrik mengarah ke target yang ditetapkan.

Profesor Andrey Miroshnichenko dari University of New South Wales di Canberra adalah salah seorang penulis dalam penelitian itu.

Profesor Miroshnichenko mengatakan, “Alasan bagi riset kami adalah untuk menemukan kondisi di mana kami dapat mengontrol dan memicu petir di tempat dan waktu yang kami inginkan. Kami mengantisipasi bahwa ini haruslah efektif dan berbiaya rendah. Kami perlu melakukan eksperimen-eksperimen berskala besar di luar sana.”

Berbagai eksperimen itu diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Riset ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Communications.

Riset ini merupakan kolaborasi yang melibatkan University of New South Wales di Canberra, Texas A&M University di Qatar dan University of California di Los Angeles.

Kebakaran hutan terbesar yang pernah tercatat di Australia ternyata disebabkan oleh sambaran petir pada Oktober yang lalu.

Kebakaran di Gospers Mountain berlangsung selama 79 hari dan menghanguskan lebih dari satu juta hektar lahan di dekat kawasan pinggir kota Sydney.

Baca juga: Belasan Korban Terbakar Hidup-hidup di Mobil dan Jalanan akibat Kebakaran Hutan California


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menantu Trump akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

Menantu Trump akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

Global
Bocah 8 Tahun Tewas Tersetrum Listrik Saat Sentuh Kabel Dekorasi Pohon Natal yang Rusak

Bocah 8 Tahun Tewas Tersetrum Listrik Saat Sentuh Kabel Dekorasi Pohon Natal yang Rusak

Global
Kabinet Joe Biden, Menteri Keuangan AS bakal Dijabat Wanita untuk Pertama Kalinya

Kabinet Joe Biden, Menteri Keuangan AS bakal Dijabat Wanita untuk Pertama Kalinya

Global
[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

Global
Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Global
Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Global
Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Global
Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Global
Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang 'Baru dan Rumit'

Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang "Baru dan Rumit"

Global
Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Global
jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

Global
Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Global
Kerusuhan di Penjara Sri Lanka akibat Narapidana Coba Kabur, 8 Orang Tewas

Kerusuhan di Penjara Sri Lanka akibat Narapidana Coba Kabur, 8 Orang Tewas

Global
Pejabat Selandia Baru Dakwa 13 Pihak yang Sebabkan Korban Ledakan Gunung Berapi White Island

Pejabat Selandia Baru Dakwa 13 Pihak yang Sebabkan Korban Ledakan Gunung Berapi White Island

Global
Catat Nol Kasus Covid-19, Victoria Izinkan Warganya Kembali 'Ngantor'

Catat Nol Kasus Covid-19, Victoria Izinkan Warganya Kembali "Ngantor"

Global
komentar
Close Ads X