Bill Clinton: Xi Jinping "Presiden Seumur Hidup" Pengaruhi Hubungan AS-China Memburuk

Kompas.com - 21/11/2020, 05:00 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyampaikan dukungan kepada capres Partai Demokrat Joe Biden pada hari kedua Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar virtual, Selasa malam (18/08/2020)  Democratic National Convention via APMantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menyampaikan dukungan kepada capres Partai Demokrat Joe Biden pada hari kedua Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar virtual, Selasa malam (18/08/2020)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan presiden Amerika Serikat ( AS) ke-42, Bill Clinton mengatakan bahwa status Xi Jinping sebagai " presiden seumur hidup" China telah mengubah dinamika hubungan antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu.

Ketegangan hubungan antara AS dengan China yang masih tinggi menjelang peralihan pemerintahan ke presiden terpilih, Joe Biden, menurut Clinton bukan sepenuhnya kesalahan presiden sebelumnya, Donald Trump.

China dengan pemimpin "seumur hidup", Xi Jinping, dikatakanya telah mengubah banyak hal, di antaranya hubungan diplomatik kedua negara.

“Sistem China lama, yang sama sekali bukan demokrasi, masih menjamin cukup banyak perdebatan, permainan, dan keterbukaan karena ada rotasi kepemimpinan yang teratur," ujar Clinton seperti yang dilansir dari The Independent pada Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Dua Perusahaan Di-blakclist AS karena Ekspor Tenaga Kerja Paksa Korut ke Rusia

"Sekarang, tampaknya seseorang yang bertanggung jawab atas China yang berniat untuk menjabat di sana seumur hidup (Xi Jinping), pada dasarnya, itu mengubah banyak hal," kata Clinton.

Namun pada saat yang sama, AS "tidak boleh menerima atau berasumsi bahwa semuanya akan buruk" tanpa berusaha untuk "membuatnya lebih baik", kata Clinton dalam percakapan dengan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair di Bloomberg New Economy Forum.

Clinton menyarankan AS dapat memperkuat posisinya dalam berurusan dengan China dengan membawa mitra Asia dan Eropa.

Hubungan diplomatik AS dengan sekutu tradisional Eropa baratnya, menurutnya saat ini juga sedang kendor dalam 4 tahun terakhir.

Baca juga: Erdogan Janjikan Reformasi Ekonomi, Demokrasi, dan Peradilan untuk Hubungan Turki-AS Lebih Baik

Xi memimpin Partai Komunis dalam menghapus batasan masa jabatan untuk presiden China pada Februari 2018, yang berarti dia tidak akan tersisih pada 2023, atau bahkan sama sekali tidak tergantikan selama hidupnya.

Dia baru-baru ini berbicara tentang menggandakan ukuran ekonomi China pada 2035, mengisyaratkan masa kekuasaannya yang panjang.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X