Presiden AS Terpilih Joe Biden Sudah Kantongi Nama Calon Kandidat Menteri Keuangan

Kompas.com - 20/11/2020, 06:52 WIB
Presiden terpilih Joe Biden melambai saat meninggalkan teater The Queen, Selasa, 10 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS. AP/Carolyn KasterPresiden terpilih Joe Biden melambai saat meninggalkan teater The Queen, Selasa, 10 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS.

WILMINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) terpilih Joe Biden pada Kamis (19/11/2020) mengatakan bahwa dirinya telah memiliki calon kandidat menteri keuangan yang akan diterima oleh seluruh anggota Partai Demokrat. 

Menurut AFP, Biden akan mengumumkan nama kandidatnya itu segera.

"Kami telah memutuskan dan Anda sudah dengar bahwa persis sebelum atau sesudah Thanksgiving," ujar Biden kepada wartawan mengacu kapan nama kandidat menteri keuangan dipublikasikan.

Baca juga: Jadi Presiden AS di Usia 78 Tahun, Apakah Biden Hanya Menjabat 1 Periode?

Orang-orang keuangan yang dekat dengan Biden telah menunjuk Gubernur Federal Reserve, Lael Brainard sebagai yang paling kompeten di antara orang-orang yang dipertimbangkan presiden terpilih.

Sebagai satu-satunya Demokrat yang tersisa di Dewan Gubernur Federal, dia sering mempertaruhkan posisi minoritas yang menarik perhatian, seperti gerakan berlawanan yang memudahkan aturan yang mengatur bank-bank besar.

Anggota parlemen kulit hitam telah mengisyaratkan bahwa mereka menginginkan orang dengan kulit berwarna yang memimpin kementerian keuangan, seperti investor Mellody Hobson, salah satu wanita kulit hitam paling kuat di Wall Street.

Baca juga: Biden Jadi Presiden AS, Bagaimana Indonesia Bisa Ambil Keuntungan?

Mantan ketua Federal Janet Yellen, mantan wakil menteri keuangan Sarah Bloom Raskin dan kepala eksekutif Bank TIAA Roger Ferguson juga dikatakan sedang dalam pertimbangan.

Kandidat Biden akan menggantikan Menkeu Steven Mnuchin, yang memimpin respons Gedung Putih atas kemerosotan ekonomi yang menghancurkan akibat pandemi Covid-19.

Mnuchin bekerja dengan anggota parlemen di Kongres untuk mengesahkan Undang-undang CARES senilai 2,2 triliun dollar AS pada awal tahun, yang membantu ekonomi pulih dari pemutusan hubungan kerja massal dan kontraksi tajam dalam pertumbuhan akibat pandemi.

Namun ketentuan utama dari tindakan itu, seperti program pinjaman dan hibah untuk usaha kecil serta pembayaran pengangguran yang diperluas telah berakhir selama musim panas lalu.

Baca juga: Nasihat Obama kepada Trump: Akuilah Kalah dari Biden

Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa AS akan mengalami perlambatan baru dalam pertumbuhan karena kasus virus corona melonjak secara nasional. 

Negosiasi antara Demokrat dan Republik di Kongres dengan Mnuchin tentang pengesahan langkah stimulus lain juga telah menemui jalan buntu selama berbulan-bulan.


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Global
Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Global
Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Global
Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Global
Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Global
Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Global
10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

Global
Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Global
Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Global
Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Global
Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Global
Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Global
Alexei Navalny Ditahan Rusia Saat Mendarat di Moskwa

Alexei Navalny Ditahan Rusia Saat Mendarat di Moskwa

Global
Presiden Palestina Rencanakan Pemilu Pertama Setelah 15 Tahun, Warga Tak Yakin Demokrasi Tercapai

Presiden Palestina Rencanakan Pemilu Pertama Setelah 15 Tahun, Warga Tak Yakin Demokrasi Tercapai

Global
komentar
Close Ads X