Penulis Biografi Trump Sebut Presiden AS Itu Bermasalah secara Psikis dan Emosional

Kompas.com - 20/11/2020, 07:41 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020. AP PHOTO/Evan VucciPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang jurnalis dan penulis biografi Timothy O'Brien untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada awal era-2000 mengatakan bahwa presiden merupakan "orang paling beruntung di muka bumi".

O'Brien pada Jumat (20/11/2020) berbicara kepada The AM Show, tepat setelah pengacara pribadi Trump Rudolph (Rudy) Giuliani mengatakan dalam jumpa pers bahwa ada bukti penipuan dalam pemilihan presiden AS.

Baca juga: Donald Trump Berpotensi Picu Konfrontasi Besar untuk Sabotase Pemerintahan Joe Biden

Presiden AS saat ini memang telah memperjuangkan bukti bahwa dia adalah pemenang yang sah dalam pemilu 3 November melalui jalur hukum.

Usai jumpa pers itu, O'Brien mengungkap bahwa Trump memiliki semacam keyakinan yang aneh bahwa dia tahu hampir semua hal tentang apa pun yang dia hadapi.

"Faktanya sebagian besar waktu yang ada dalam pikirannya adalah dia memikirkan tentang golf, tentang makanan, tentang uang, tentang seks, dan dia berpikir sangat sedikit selain itu," ungkap O'Brien.

Baca juga: Trump Serius Mempertimbangkan Tawaran untuk Jadi Presiden AS 2024

Menurut jurnalis itu, Trump selalu memiliki lingkaran di sekelilingnya yang mampu membuatnya kebal dari kesalahan dan lolos dari berbagai hal.

“Dia [Trump] dilahirkan di dalam keluarga kaya dan kekayaan ayahnya menutupi ketidakmampuannya sebagai pelajar, termasuk dalam menghadapi sejumlah masalah seperti kebangkrutan ketika dia menjadi seorang pengusaha. Lalu, di saat dia menjadi seorang selebritas dan dia mendapat ketenaran di sekitarnya yang memungkinkannya berperilaku layaknya seorang predator...."

"Kemudian dia menjadi Presiden Amerika Serikat dan dia mendapatkan semua rangkaian perlindungan hukum yang memungkinkannya untuk menginjak-injak beberapa pedoman konstitusi yang tidak tertulis.... Dan, sekarang dia mengobarkan perang di proses pemilihan AS hanya karena dia bisa."

"Saya pikir salah satu pelajaran [yang bisa dipetik] dari kehidupan Donald Trump adalah dia adalah orang paling beruntung di muka bumi. Meskipun dia mungkin telah menjadi seorang penipu terlama dalam sejarah modern, dia telah dilindungi dari konsekuensi itu selama beberapa waktu," ungkap O'Brien panjang lebar.

Baca juga: Luhut Bertemu Trump, Ini yang Dibicarakan

Dia juga menambahkan bahwa dia percaya Trump lebih percaya kepada dirinya sendiri daripada mengatakan yang sebenarnya.

Halaman:

Sumber News Hub.
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump “Obral” Hak Prerogatif, Rencana Beri 100 Grasi Sekaligus di Hari Terakhir Kepresidenan

Trump “Obral” Hak Prerogatif, Rencana Beri 100 Grasi Sekaligus di Hari Terakhir Kepresidenan

Global
Kelompok Bersenjata Serang Kamp Pengungsi di Sudan, 80 Orang Tewas

Kelompok Bersenjata Serang Kamp Pengungsi di Sudan, 80 Orang Tewas

Global
Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Global
Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Global
Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Global
Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Global
Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Global
Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Global
10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

Global
Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Global
Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Global
Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Global
Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Global
Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Global
komentar
Close Ads X