Aktivis Perempuan Arab Saudi Banyak yang Dilecehkan, Disiksa dan Meninggal di Tahanan

Kompas.com - 20/11/2020, 21:07 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi sekaligus Menteri Pertahanan, Pangeran Mohammed bin Salman saat menghadiri pertemuan pertama menteri pertahanan dan pejabat 41 negara Islam untuk melawan terorisme, di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (26/11/2017). (AFP/Fayez Nureldine)
Putra Mahkota Arab Saudi sekaligus Menteri Pertahanan, Pangeran Mohammed bin Salman saat menghadiri pertemuan pertama menteri pertahanan dan pejabat 41 negara Islam untuk melawan terorisme, di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (26/11/2017). (AFP/Fayez Nureldine)

RIYADH, KOMPAS.com - Sebuah laporan muncul menyebutkan bahwa aktivis hak- hak perempuan yang dipenjara dan tahanan politik telah dilecehkan secara seksual, disiksa, dan meninggal di penjara Arab Saudi.

Studi tersebut, yang dilansir dari The Independent pada Jumat (20/11/2020), menuduh bahwa 309 tahanan politik telah mengalami pelanggaran hak asasi manusia sejak Mohammed bin Salman menjadi putra mahkota kerajaan pada 2017.

Grant Liberty, badan amal hak asasi manusia yang melakukan laporan itu, mengatakan orang telah menghadapi kematian atas kejahatan yang dilakukan ketika mereka berusia 9 tahun.

Para peneliti mengatakan 20 narapidana ditangkap karena kejahatan politik yang mereka lakukan sebagai anak-anak, dengan 5 narapidana ini sudah dihukum mati dan 13 lainnya saat ini sedang menghadapi hukuman mati.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pengepungan Masjidil Haram yang Mengubah Sejarah Arab Saudi

Studi tersebut, yang dilakukan beberapa hari sebelum Arab Saudi menjadi tuan rumah G20 pada Sabtu, mencatat 27 tahanan politik adalah aktivis hak-hak perempuan, dengan mengatakan 6 dari mereka telah dilecehkan secara seksual.

Aktivis hak perempuan Saudi yang dipenjara, Loujain al-Hathloul, yang saat ini melakukan mogok makan di hari ke-23, mengatakan dia telah disiksa dan dilecehkan secara seksual di penjara.

Lina al-Hathloul, adik perempuan Loujain, berkata, “Kakak perempuan saya adalah aktivis hak-hak perempuan pemenang penghargaan, dia dinominasikan untuk Hadiah Nobel dan dia dirayakan di seluruh dunia."

“Kecuali di Arab Saudi, di mana dia mendekam di penjara dengan keamanan maksimum. Di penjara, saudara perempuan saya telah disiksa dan direndahkan, dan dilecehkan secara seksual," ujar Lina.

"Selama wanita di Arab Saudi tidak dapat berbicara dengan aman, adalah kewajiban komunitas internasional untuk bersuara atas nama mereka," ungkapnya.

Loujain telah melakukan mogok makan sejak 26 Oktober untuk memprotes penolakan pihak berwenang untuk memberikan kontak rutin dengan kerabatnya.

Baca juga: Irak-Arab Buka Lagi Perbatasan Darat untuk Pertama Kali dalam 30 Tahun

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X