Erdogan Janjikan Reformasi Ekonomi, Demokrasi, dan Peradilan untuk Hubungan Turki-AS Lebih Baik

Kompas.com - 20/11/2020, 16:41 WIB
Berat Albayrak (belakang) mendampingi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat menjamu Presiden Iran, Hassan Rouhani, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kepresiden di Ankara, April 2018. DW IndonesiaBerat Albayrak (belakang) mendampingi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat menjamu Presiden Iran, Hassan Rouhani, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kepresiden di Ankara, April 2018.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan mereformasi ekonomi, demokrasi, dan peradilan yang dapat memperbaiki hubungan dengan Joe Biden sebagai presiden terpilih AS.

Sejak pengunduran diri menteri keuangan dan menantu Presiden Recep Tayyip Erdogan pada awal bulan ini, tokoh-tokoh senior pemerintah telah mengisyaratkan peralihan pendekatan terhadap ekonomi dan bidang lain, di mana Turki terus-menerus mendapat kecaman internasional.

"Kami meluncurkan mobilisasi baru di bidang ekonomi, peradilan, dan demokrasi," kata Erdogan dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di akhir pekan.

"Pesan kepada dunia sangat penting," tambanya seperti yang dilansir dari The National pada Jumat (20/11/2020).

Banyak yang melihat reformasi Turki sejauh ini tidak ditentukan sehubungan dengan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS.

Sementara Erdogan sebagian besar memiliki hubungan baik dengan Presiden Donald Trump, Biden dianggap di Ankara sebagai mitra yang berpotensi jauh lebih licik.

Baca juga: Erdogan Ingin Kirim Pasukan Turki ke Nagorno-Karabakh demi Membentuk Pusat Perdamaian

Meskipun, Trump menghantam Turki dengan sanksi 2 tahun lalu atas pemenjaraan seorang pendeta Amerika, dia secara umum bersikap sebagai teman Erdogan.

Hal itu terlihat ketika Trump telah menolak seruan dari Kongres AS untuk memberikan sanksi atas pembelian rudal S-400 Rusia oleh Turki pada tahun lalu.

Ada juga laporan bahwa Trump telah mencoba campur tangan dalam penuntutan Halkbank yang dikelola negara Turki atas dugaan pelanggaran sanksi terhadap Iran.

"Saya akrab dengannya dan dia mendengarkan," kata Trump pada bulan September tentang hubungannya dengan pemimpin Turki itu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump “Obral” Hak Prerogatif, Rencana Beri 100 Grasi Sekaligus di Hari Terakhir Kepresidenan

Trump “Obral” Hak Prerogatif, Rencana Beri 100 Grasi Sekaligus di Hari Terakhir Kepresidenan

Global
Kelompok Bersenjata Serang Kamp Pengungsi di Sudan, 80 Orang Tewas

Kelompok Bersenjata Serang Kamp Pengungsi di Sudan, 80 Orang Tewas

Global
Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Global
Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Global
Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Global
Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Global
Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Global
Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Global
10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

Global
Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Global
Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Global
Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Global
Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Global
Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Global
komentar
Close Ads X