Putin Minta Azerbaijan Jaga Gereja dan Tempat Suci Kristen Peninggalan Armenia di Nagorno-Karabakh

Kompas.com - 15/11/2020, 17:19 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di Moskow pada 20 Maret 2020. AFP/MIKHAIL KLIMENTYEVPresiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di Moskow pada 20 Maret 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin meminta rekannya, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, pada Sabtu (14/11/2020), untuk menjaga tempat- tempat suci Kristen di beberapa wilayah Nagorno-Karabakh, yang dimenangkan oleh mereka, sesuai dengan perjanjian gencatan senjata.

Perjanjian gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia yang ditengahi oleh Rusia pada Selasa (10/11/2020), membuat Azerbaijan dapat mengamankan kemajuan teritorialnya di wilayah Nagorno-Karabakh, yang diperebutkan dengan perang selama 6 pekan terakhir.

Baca juga: Perancis, AS, dan Turki Bersama Rusia Akan Kawal Implementasi Perjanjian Gencatan Senjata Armenia-Azerbaijan

Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa ada gereja dan biara Kristen di daerah kantong, Nagorno-Karabakh, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi telah digunakan dan dirawat oleh etnis Armenia.

Dengan pertempuran yang telah berlangsung dan berdasarkan kesepakatan dalam gencatan senjata, wilayah berdirinya gereja dan biara itu menjadi milik Azerbaijan.

Baca juga: Ditemukan di Rusia, Berlian Pink Langka Laku Rp 377 Miliar dan Pecah Rekor

"Dalam hal ini, dia (Putin) menggarisbawahi pentingnya mengamankan keselamatan dan kehidupan gereja yang normal sebagai tempat suci," kata pihak Kremlin seperti yang dilansir dari Reuters pada Minggu (15/11/2020). 

Aliyev mengatakan begitulah Azerbaijan akan bertindak, menurut Kremlin.

Sementara, agama utama di Azerbaijan adalah Islam.

Baca juga: Mata-mata Super Rusia, Pria Ini Curi Data Rahasia AS dan Sekutunya Selama 32 Tahun

Putin, Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan juga membahas "aspek praktis" dari gencatan senjata, kata Kremlin.

Tidak jelas apakah Putin menelepon Aliyev dan kemudian melakukan panggilan baru dengan Aliyev dan Pashinyan, atau apakah dia berbicara secara terpisah dengan pemimpin Armenia itu.

Baca juga: Jaga Nagorno-Karabakh, 400 Tentara Penjaga Perdamaian Rusia Tiba di Armenia

Berdasarkan perjanjian tersebut, 2.000 pasukan penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut.

Sejak awal 1990-an, etnis Armenia telah memegang kendali militer atas seluruh Nagorno-Karabakh dan sebagian besar wilayah Azeri di sekitarnya.

Mereka sekarang telah kehilangan sebagian besar daerah kantong itu sendiri serta wilayah sekitarnya.

Baca juga: Air Laut Berubah Warna Jadi Kuning di Kamchatka, Rusia, Ada Apa?


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Rusia di Murmansk Arktik Sambut Matahari Terbit Pertama Tahun 2021

Orang Rusia di Murmansk Arktik Sambut Matahari Terbit Pertama Tahun 2021

Global
Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
komentar
Close Ads X