Militer Israel Hancurkan Rumah Palestina Lagi, Pembongkaran Terbesar Dalam 4 Tahun

Kompas.com - 07/11/2020, 15:35 WIB
Tentara Israel saat memasuki wilayah Ramallah di Tepi Barat, pada Senin (10/12/2018), satu hari setelah insiden penembakan yang melukai tujuh orang di Ofra. AFP / ABBAS MOMANITentara Israel saat memasuki wilayah Ramallah di Tepi Barat, pada Senin (10/12/2018), satu hari setelah insiden penembakan yang melukai tujuh orang di Ofra.

RAMALLAH, KOMPAS.com – Militer Israel menghancurkan rumah milik komunitas Palestina secara besar-besaran di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis (5/11/2020).

Akibatnya, sebanyak 73 orang, termasuk 41 anak-anak, telah kehilangan tempat tinggal sebagaimana dilansir dari CNN.

Dilansir dari CNN, militer Israel tersebut membongkar rumah-rumah milik komunitas Palestina di Khirbet Humsa, Tepi Barat.

Baca juga: Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB) menyebut penghancuran rumah-rumah tersebut sebagai insiden pemindahan paksa terbesar dalam empat tahun terakhir.

Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT) mengatakan tujuh tenda dan delapan kandang dihancurkan karena dibangun secara ilegal di zona tembak Lembah Jordan.

COGAT merupakan administrasi yang mengelola wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca juga: Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

"Kami mencatat bahwa penegakan dilakukan sesuai dengan otoritas dan prosedur, dan tunduk pada pertimbangan operasional," kata COGAT dalam sebuah pernyataan.

Yvonne Helle, seorang pejabat senior Program Pembangunan PBB di wilayah Palestina, mengkritik alasan COGAT dalam aksi penghancuran tersebut.

Pasalnya, rumah-rumah yang dibangun tersebut juga merupakan sumbangan dari bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

"Kurangnya izin bangunan yang dikeluarkan Israel biasanya disebut sebagai alasan, meskipun, karena rezim perencanaan yang restriktif dan diskriminatif, warga Palestina hampir tidak pernah bisa mendapatkan izin semacam itu,” kata Helle.

Dia menambahkan penghancuran dan pembongkaran rumah-rumah milik komunitas Palestina merupakan upaya paksa dari Israel agar mereka meninggalkan rumah mereka.

Tahun ini saja, sekitar 869 orang Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dilaporkan menjadi tunawisma.

Itu karena mereka kehilangan rumah-rumahnya karena adanya penghancuran dan pembongkaran oleh Israel sebagaimana diaporkan oleh PBB.

Baca juga: Israel Sambut Era Baru Normalisasi dengan Sudan, Palestina Merasa Ditikam Lagi


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X