Presiden Belarus Lukashenko dan Putranya Resmi Masuk Blacklist Uni Eropa

Kompas.com - 07/11/2020, 14:18 WIB
Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengunjungi bilik suara dalam pemilihan presiden di Minsk, pada 9 Agustus 2020. Sergei Gapon/Pool via REUTERSPresiden Belarus Alexander Lukashenko mengunjungi bilik suara dalam pemilihan presiden di Minsk, pada 9 Agustus 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan putranya resmi masuk blacklist (daftar hitam) sanksi Uni Eropa pada Jumat (6/11/2020), karena tindakan keras mereka pada demo pasca-pemilu.

Lukashenko dan anaknya di-blacklist bersama 13 pejabat lainnya yang juga disanksi oleh Kanada, menurut pemberitaan AFP.

Sanksi ini diberlakukan setelah negara-negara anggota Uni Eropa memberikan persetujuan, dan keputusan ini diterbitkan di jurnal resmi blok tersebut.

Baca juga: Demo Pemilu Belarus Makin Ricuh, Polisi Ancam Tembak Demonstran

Lukashenko, putranya yang bernama Viktor, dan 13 orang lainnya masuk daftar hitam Uni Eropa yang disusun sejak Oktober dan berisi 40 nama di dalamnya, termasuk Menteri Dalam Negeri Belarus.

Sanksi itu membuat mereka yang ada di daftar blacklist tidak bisa mendapat visa untuk Uni Eropa dan Kanada, serta pembekuan aset-aset mereka di kedua wilayah tersebut.

Keputusan untuk menambahkan Lukashenko dan putranya dibuat pada pertemuan 12 Oktober oleh para Menteri Luar Negeri Uni Eropa, karena keduanya bertanggung jawab atas penindasan dengan kekerasan oleh aparat negara, sebelum dan setelah pilpres 2020.

Baca juga: Ratusan Wanita Ditangkap dalam Demonstrasi Sparkly March di Belarus

Uni Eropa juga menganggap Lukashenko bertanggung jawab atas pengasingan capres oposisi di pemilu, penangkapan sewenang-wenang dan perlakuan buruk terhadap demonstran damai, serta intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis.

Viktor, anak pertama Lukashenko dari tiga bersaudara, adalah penjabat penasihan keamanan nasional di Belarus.

Kanada sebelumnya juga pernah memberi sanksi ke Lukashenko.

Baca juga: Presiden Belarus Hari Ini Temui Putin untuk Minta Dukungan Amankan Kekuasaan

Sanksi-sanksi yang dikenakan Uni Eropa dan Kanada pada Jumat juga menimpa kepala staf Lukashenko, kepala dinas rahasia KGB Belarus, dan petugas pers Lukashenko.

Uni Eropa dan Kanada tidak mengakui hasil pemilu Belarus pada 9 Agustus, dan tidak menganggap Lukashenko sebagai presiden yang sah.

Baca juga: Terus Didesak Mundur, Presiden Belarus Akan ke Rusia Minta Bantuan Putin


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Ever Given Masih Ditahan, Pemilik Kapal Berusaha Nego Harga Pembebasan dari Terusan Suez

Global
Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Identitas Polisi Penembak Daunte Wright Terungkap Bernama Kimberly Potter

Global
Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Jepang: Penolakan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima ke Laut Tidak Ilmiah

Global
Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap 'Maafkan' Kerajaan Inggris

Pangeran Philip Meninggal, Meghan Markle Siap "Maafkan" Kerajaan Inggris

Global
Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Global
komentar
Close Ads X