Ratusan Wanita Ditangkap dalam Demonstrasi "Sparkly March" di Belarus

Kompas.com - 20/09/2020, 16:59 WIB
Demonstran membawa bendera lama Belarus saat berunjuk rasa menentang hasil pemilu di Minsk, Belarus, Minggu (6/9/2020). Unjuk rasa akhir pekan itu adalah minggu kelima demonstrasi merebak di Belarus untuk menuntut mundurnya Presiden Alexander Lukashenko, yang mengklaim kemenangan kontroversial di pemilu. Ia telah berkuasa 26 tahun di negara bekas Soviet itu. AP PHOTODemonstran membawa bendera lama Belarus saat berunjuk rasa menentang hasil pemilu di Minsk, Belarus, Minggu (6/9/2020). Unjuk rasa akhir pekan itu adalah minggu kelima demonstrasi merebak di Belarus untuk menuntut mundurnya Presiden Alexander Lukashenko, yang mengklaim kemenangan kontroversial di pemilu. Ia telah berkuasa 26 tahun di negara bekas Soviet itu.

MINSK, KOMPAS.com - Polisi anti huru hara menahan ratusan wanita yang berpartisipasi dalam unjuk rasa di ibu kota Belarusia, Minsk, menuntut diakhirinya pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko.

Melansir The Guardian, Minggu, (20/9/2020) sekitar 2.000 wanita turun ke jalan dan bergabung dalam "Sparkly March", mengenakan aksesoris mengkilap dan membawa bendera merah-putih gerakan protes.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti "Keluar, Anda (Lukashenko) dan polisi anti huru hara Anda!" dan "Kami yakin kami bisa menang!"

Salah satu plakat bertuliskan, "Protes kami berwajah perempuan", referensi ke judul buku populer karya pemenang Hadiah Nobel Belarusia Svetlana Alexievich, yang mendukung perjuangan oposisi.

Baca juga: Presiden Belarus Hari Ini Temui Putin untuk Minta Dukungan Amankan Kekuasaan

Polisi memblokir para demonstran wanita itu dan mulai menyeret mereka ke dalam mobil polisi ketika mereka berdiri dengan tangan saling bergandengan. Polisi dengan cepat menahan beberapa ratus wanita, menurut koresponden AFP di lokasi.

Demonstrasi itu merupakan yang terakhir dari serangkaian unjuk rasa sejak pemilihan presiden 9 Agustus lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis sebelum unjuk rasa para wanita itu, oposisi pemerintah yang melarikan diri untuk berlindung ke Lithuania, Tikhanovskaya memuji "keberanian para wanita Belarus."

"Mereka berunjuk rasa meski terus-menerus diancam dan berada di bawah tekanan," ujar Tikhanovskaya.

Baca juga: Terus Didesak Mundur, Presiden Belarus Akan ke Rusia Minta Bantuan Putin

Kelompok hak asasi Viasna mempublikasikan nama-nama 328 wanita yang ditahan secara online, sementara Juru bicara polisi Olga Chemodanova mengatakan kepada AFP bahwa jumlah yang ditahan akan diumumkan pada hari ini.

Di antara mereka yang ditahan pada hari Sabtu kemarin adalah Nina Baginskaya, seorang aktivis berusia 73 tahun yang telah menjadi salah satu tokoh paling terkenal dari gerakan protes. Polisi membebaskannya di luar kantor polisi tidak lama kemudian.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: 10 Wanita Tangguh Dunia dalam Sejarah Sepak Bola

Perempuan Berdaya: 10 Wanita Tangguh Dunia dalam Sejarah Sepak Bola

Global
Charlie Hebdo Dianggap Hina Erdogan, Turki Murka

Charlie Hebdo Dianggap Hina Erdogan, Turki Murka

Global
Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Global
Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Global
Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Global
Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Global
Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Global
Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Global
Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Global
Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Global
Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Global
Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah 'Nyangkut' di Tembok

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah "Nyangkut" di Tembok

Global
Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Global
komentar
Close Ads X