Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 31/10/2020, 12:22 WIB
Palestina Shutterstock/DIY13Palestina

RAMALLAH, KOMPAS.com - Sejumlah rakyat Palestina telah menjadi tunawisma karena penghancuran permukiman mereka oleh Israel selama empat tahun terakhir.

Israel berjanji akan berhenti di tengah kekhawatiran atas bahaya kesehatan masyarakat selama pandemi Covid-19, tetapi telah ada setidaknya 741 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki menjadi tunawisma antara Januari dan 30 September, menurut data yang dikumpulkan oleh kelompok hak asasi Israel, B'Tselem.

Menurut B'Tselem, seperti dilansir The Independent pada Sabtu (31/10/2020), itu adalah angka tertinggi setelah 2016, ketika 1.496 warga Palestina tidak memiliki tempat tinggal.

Jumlah sebenarnya untuk 2020 diperkirakan lebih tinggi karena adanya penghancuran terhadap rumah-rumah yang sebagian besar dianggap ilegal di bawah hukum internasional, yang berlangsung pada Oktober, menurut kantor kemanusiaan PBB, OCHA.

OCHA telah memberikan peringatan pada September bahwa antara Maret dan Agustus mereka mencatat telah terjadi rata-rata tertinggi tingkat penghancuran permukiman di Tepi Barat sejak 2016, meski otoritas Israel mengatakan akan membatasi kebijakan penghancuran yang sudah berlangsung dengan pertimbangan pandemi Covid-19.

Baca juga: Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

"Bagi otoritas Israel, pandemi (Covid-19) bukan alasan untuk menghentikan penghancuran rumah-rumah Palestina. Baik secara de facto dan de jure aneksasi Tepi Barat dan Yerusalem Timur, Israel membuat ratusan orang tanpa perlindungan selama masa darurat kesehatan dan keuangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Amit Gilutz dari B'Tselem.

"Keributan terhadap ancaman Israel untuk mencaplok secara resmi Tepi Barat telah mereda, tetapi aneksasi de facto yang sangat nyata di lapangan diterapkan dengan efisiensi yang kejam," tambahnya.

Gilutz mengatakan, alih-alih melambat, perintah baru militer telah diberlakukan yang membantu pemerintah Israel mempercepat proses pencaplokan.

Perintah penghapusan struktur segera dilakukan dalam 96 jam setelah menyampaikan pemberitahuannya, sebagian besar kasus mencegah pemilik untuk melalui badan peradilan.

Penghancuran bangunan di wilayah pendudukan, seperti Yerusalem Timur dan Tepi Barat, dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional (HHI), kecuali jika benar-benar diperlukan untuk operasi militer.

Baca juga: Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Global
Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Global
Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Global
Kisah Perang: 5 Sniper yang Diabadikan Aksinya di Film Layar Lebar

Kisah Perang: 5 Sniper yang Diabadikan Aksinya di Film Layar Lebar

Global
Video Viral, Tank Israel Ini Terbalik Saat Naik ke Kendaraan Angkut

Video Viral, Tank Israel Ini Terbalik Saat Naik ke Kendaraan Angkut

Global
Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Global
Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Global
9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

Global
Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Global
Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Global
Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Global
komentar
Close Ads X