Perang Mendekati Wilayah Armenia, Yerevan Minta Bantuan Rusia

Kompas.com - 31/10/2020, 17:17 WIB
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinian berhenti sejenak saat berbicara di parlemen Armenia di Yerevan, Armenia, Minggu, 27 September 2020. Pashinian pada hari Minggu mengatakan negara dapat memeriksa kembali apakah akan mengakui Nagorny-Karabakh sebagai negara independen. Langkah seperti itu kemungkinan besar akan menghalangi negosiasi lebih lanjut. AP/Tigran MehrabyanPerdana Menteri Armenia Nikol Pashinian berhenti sejenak saat berbicara di parlemen Armenia di Yerevan, Armenia, Minggu, 27 September 2020. Pashinian pada hari Minggu mengatakan negara dapat memeriksa kembali apakah akan mengakui Nagorny-Karabakh sebagai negara independen. Langkah seperti itu kemungkinan besar akan menghalangi negosiasi lebih lanjut.

YEREVAN, KOMPAS.com – Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan secara resmi telah meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah konfliknya dengan Azerbaijan.

Pashinyan meminta Putin untuk memulai konsultasi "mendesak" mengenai bantuan keamanan dalam konflik tersebut.

Pengumuman itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Armenia, Sabtu (31/10/2020), sebagaimana dilansir dari Al Arabiya.

Pengumuman tersebut muncul setelah Armenia dan Azerbaijan gagal menyetujui gencatan senjata terbaru dalam konflik Nagorno-Karabakh selama pembicaraan di Jenewa, Swiss, pada Jumat (30/10/2020).

Baca juga: Tak Mau Gencatan Senjata, Ini yang Dijanjikan Azerbaijan-Armenia

Rusia sendiri memiliki pangkalan militer di Armenia dan memiliki perjanjian pertahanan dengan Yerevan yakni Pakta Pertahanan Kolektif ( CSTO).

"Perdana Menteri Armenia telah meminta presiden Rusia untuk memulai konsultasi mendesak dengan tujuan menentukan jenis dan jumlah bantuan yang dapat diberikan Federasi Rusia kepada Armenia untuk memastikan keamanannya," kata Kementerian Luar Negeri Armenia dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, Rusia sebelumnya mengatakan bahwa pakta pertahanannya dengan Armenia tidak meluas ke wilayah Nagorno-Karabakh.

Tetapi Pashinyan, dalam suratnya kepada Putin, mengatakan bahwa aroma peperangan semakin dekat dengan perbatasan Armenia.

Baca juga: Azerbaijan Klaim Bebaskan 9 Desa di Nagorno-Karabakh dari Pendudukan Armenia

Dalam surat tersebut, dia juga mengatakan bahwa sekutu Azerbaijan, Turki, telah mendukung Baku.

Dia meminta bantuan Moskwa lalu menyerukan hubungan dekat kedua negara dan perjanjian 1997 tentang persahabatan, kerja sama, dan bantuan timbal balik.

Halaman:

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X