Azerbaijan Klaim Bebaskan 9 Desa di Nagorno-Karabakh dari Pendudukan Armenia

Kompas.com - 30/10/2020, 23:39 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Azerbaijan yang disediakan pada Minggu, 27 September 2020, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berpidato di Baku, Azerbaijan. Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan pecah Minggu di sekitar wilayah separatis Nagorny-Karabakh dan Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan dua helikopter Azerbaijan ditembak jatuh. Juru bicara kementerian Shushan Stepanyan juga mengatakan pasukan Armenia menyerang tiga tank Azerbaijan. AP/Azerbaijans Presidential Press OfficeDalam foto yang disediakan oleh Kantor Pers Kepresidenan Azerbaijan yang disediakan pada Minggu, 27 September 2020, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berpidato di Baku, Azerbaijan. Pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan pecah Minggu di sekitar wilayah separatis Nagorny-Karabakh dan Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan dua helikopter Azerbaijan ditembak jatuh. Juru bicara kementerian Shushan Stepanyan juga mengatakan pasukan Armenia menyerang tiga tank Azerbaijan.

BAKU, KOMPAS.com - Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev mengumumkan pada Jumat (30/10/2020), bahwa pihaknya telah membebaskan 9 desa di wilayah Nagorno-Karabakh atas pendudukan Armenia.

"Kemenangan Angkatan Bersenjata Azerbaijan telah membebaskan desa Khudaverdili, Gurbantepe, Shahveledli, dan Khubyarli di desa Jabrayil, Aladin, dan Vejneli di desa Zengilan, Kavdadig, Memer dan Mollali di Gubadli," ujar Aliyev yang dilansir dari Anadolu pada Jumat (30/10/2020).

"Hidup Angkatan Bersenjata Azerbaijan! Karabakh adalah Azerbaijan!" seru Aliyev kemudian di Twitter.

Baca juga: Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Sembilan desa tersebut menambah sejumlah desa yang diklaim Azerbaijan telah dibebaskan dari Armenia. Pekan sebelumnya pada Kamis (22/10/2020), Azerbaijan membebaskan 20 desa.

Sejak bentrokan meletus pada 27 September, Azerbaijan mengklaim Armenia berulang kali telah menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar tiga perjanjian gencatan senjata kemanusiaan sejak 10 Oktober.

Baca juga: Azerbaijan: 21 Orang Terbunuh oleh Serangan Rudal Armenia

Hingga saat ini, setidaknya 91 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka termasuk 11 anak-anak dan 27 wanita. Sementara 400 orang, termasuk setidaknya 14 bayi, 36 anak-anak, 101 wanita terluka dalam serangan pasukan Armenia.

Sebanyak 2.442 rumah dan 92 gedung apartemen serta 428 bangunan umum tidak dapat digunakan lagi, kata Kepala Kantor Kejaksaan Azerbaijan.

Baca juga: Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Hampir 3 dekade

Hubungan antara dua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, yang juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh.

Empat resolusi Dewan Keamanan PBB dan dua dari Majelis Umum PBB serta organisasi internasional, menuntut "penarikan pasukan pendudukan segera, lengkap dan tanpa syarat" dari wilayah Azerbaijan yang diduduki.

Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) juga menyebut wilayah tersebut berada di bawah pendudukan pasukan Armenia.

Baca juga: Gencata Senjata Ketiga Azerbaijan-Armenia Gagal Lagi dalam Hitungan Menit

Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan, termasuk Nagorno-Karabakh dan 7 wilayah yang berdekatan berada di bawah pendudukan Armenia secara ilegal selama hampir 3 dekade.

Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa Minsk Group diketuai bersama oleh Perancis, Rusia, dan AS, dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.

Gencatan senjata sebenarnya telah disetujui pada 1994.

Kekuatan dunia termasuk Rusia, Prancis dan AS telah menyerukan gencatan senjata yang berkelanjutan. Turki, sementara itu, telah mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.

Baca juga: Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga


Sumber Anadolu
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X