Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Kompas.com - 27/10/2020, 23:30 WIB
Dalam foto yang diambil pada 10 November 2018, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan didampingi istrinya, Anna Hakobyan, datang dalam acara makan malam dalam peringatan Seabad Gencatan Senjata Perang Dunia I di Museum Orsay, Perancis. Istri PM Armenia itu dilaporkan kini mengikuti latihan militer di tengah perang melawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. AFP PHOTO/POOL/IAN LANGSDONDalam foto yang diambil pada 10 November 2018, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan didampingi istrinya, Anna Hakobyan, datang dalam acara makan malam dalam peringatan Seabad Gencatan Senjata Perang Dunia I di Museum Orsay, Perancis. Istri PM Armenia itu dilaporkan kini mengikuti latihan militer di tengah perang melawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

YEREVAN, KOMPAS.com - Istri Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dilaporkan ikut latihan militer, di tengah perang melawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Dalam tulisannya di Facebook, Anna Hakobyan menyatakan bahwa dia ikut dalam satu detasemen yang total berisikan 13 perempuan.

Baca juga: Gencata Senjata Ketiga Azerbaijan-Armenia Gagal Lagi dalam Hitungan Menit

"Kami akan segera memulai latihan militer. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan membantu mengamankan perbatasan negara kami," tulisnya.

Editor surat kabar di Armenia itu menegaskan, dia tidak akan menyerahk maupun menyerahkan martabat negaranya ke tangan musuh.

Bagi istri PM Armenia itu, ini merupakan partisipasinya dalam pelatihan militer sejak Agustus laiu, seperti dilaporkan AFP Selasa (27/10/2020).

Saat itu, dia bersama sejumlah perempuan di Nagorno-Karabakh ikut dalam pelatihan fisik dan senjata yang berdurasi tujuh hari.

Keputusan Anna Hakobyan terjadi setelah Armenia, dalam hal ini adalah separatis di Karabakh, dan Azerbaijan terlibat perang sejak 27 September.

Mereka memperebutkan wilayah di Kaukaus yang direbut oleh separatis etnis Armenia dalam konflik 1990-an, yang menewaskan 30.000 orang.

Yerevan disebut mengalami kekalahan di sejumlah lokasi, mengakibatkan mereka harus mundur dari beberapa lokasi di Nagorno-Karabakh yang dikuasai sejak 1994.

PM Pashinyan sudah menyerukan bahwa situasi yang mereka hadapi di garis depan "sangatlah serius", dan meminta semua warga angkat senjata.

Putranya yang berusia 20 tahun, Ashot, dikabarkan sudah didaftarkan untuk menjadi relawan dalam konflik pada Oktober ini.

Baca juga: Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X