Warga Iran Menanti Hasil Pilpres AS dengan Cemas

Kompas.com - 30/10/2020, 21:32 WIB
Seorang pria melihat ke sebuah surat kabar dengan gambar presiden AS Donald Trump di halaman depan, di ibu kota Teheran pada 31 Juli 2018. AFP/ATTA KENARESeorang pria melihat ke sebuah surat kabar dengan gambar presiden AS Donald Trump di halaman depan, di ibu kota Teheran pada 31 Juli 2018.

TEHERAN, KOMPAS.com  - Pejabat-pejabat terkemuka di Iran mengatakan hasil pemilu AS mendatang bukan masalah tapi banyak warganya di sana menanti dengan cemas.

Melansir Arab News, hasil pemilu bisa saja melanjutkan kekuasaan Donald Trump dengan kampanye "tekanan maksimumnya". 

Atau memenangkan Joe Biden yang meningkatkan kemungkinan AS kembali ke kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Baca juga: Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Di bawah kepemimpinan tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berusia 81 tahun, anti-Amerikanisme mengakar sejak revolusi Islam Iran 1979. Kedua capres AS sama-sama dipandang 'menjijikkan'.

"Amerika memiliki permusuhan yang mengakar terhadap bangsa Iran dan apakah Trump atau Biden yang terpilih, itu tidak akan berdampak pada kebijakan utama AS untuk menyerang bangsa Iran," kata ketua parlemen Mohammad Bagher Qalibaf pada bulan September, menurut kantor berita semi resmi Fars.

Namun sejauh ini, Khamenei sendiri belum berkomentar soal pemilu, meski minat masyarakat Iran meningkat.

Baca juga: Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Radio yang dikelola pemerintah menyiarkan ulang siaran BBC berbahasa Farsi yang menampilkan debat calon presiden AS secara langsung bahkan ketika Iran terus menargetkan jurnalis penyiar Inggris.

Kepentingan itu diduga termasuk aparat keamanan Iran juga. Pejabat AS menuduh republik Islam itu mengirim surel kepada para pemilih dan berusaha mengintimidasi mereka agar memilih Trump.

Hal itu diperkirakan sebagai upaya menghubungkan presiden dengan campur tangan saat pemilu untuk menyebarkan kekacauan, seperti campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika 2016. Teheran sendiri membantah terlibat.

Baca juga: Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Pusat pemungutan suara milik negara itu, ISPA mengatakan bulan ini bahwa sebanyak 55 persen orang percaya hasil pemilu akan banyak mempengaruhi Iran.

Halaman:

Sumber Arab News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Pasangan Lanjut Usia Wariskan Rp 100 Miliar Lebih kepada Para Tetangganya

Global
Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Jutaan Warga Australia Tidak Sanggup Bayar Biaya Perawatan Medis

Global
Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Wallaroo 'Bandel' Diselamatkan dari Sungai Usai Susah Payah Dikejar Polisi

Global
'Pawang Cuaca' China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

"Pawang Cuaca" China Akan Mencakup Area Lebih Luas dari Wilayah India

Global
Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Ini Dia Terowongan Bawah Laut di Kepulauan Faroe dengan Kedalaman 187 Meter

Global
Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Seorang Remaja Palestina Tewas ketika Bentrok dengan Tentara Israel

Global
Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Ilmuwan Rusia Dituduh Berkhianat, Bocorkan Data Pesawat Hipersonik

Global
Vaksin Corona Sputnik V Mulai Disuntikkan di Rusia, Ribuan Orang Mendaftar

Vaksin Corona Sputnik V Mulai Disuntikkan di Rusia, Ribuan Orang Mendaftar

Global
[VIDEO] Hendak Keluar dari Diler, Pria Ini Tabrakkan Mobil Barunya ke Tembok

[VIDEO] Hendak Keluar dari Diler, Pria Ini Tabrakkan Mobil Barunya ke Tembok

Global
komentar
Close Ads X