Presiden Rusia Tolak Tuduhan Trump terhadap Keluarga Joe Biden

Kompas.com - 26/10/2020, 12:40 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di Moskow pada 20 Maret 2020. AFP/MIKHAIL KLIMENTYEVPresiden Rusia Vladimir Putin memimpin rapat Dewan Keamanan di Moskow pada 20 Maret 2020.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menepis tuduhan calon presiden (capres) petahana AS Donald Trum kepada lawan politiknya, Joe Biden, yang menurutnya telah melakukan kejahatan bisnis di masa lalu dengan Ukraina.

Pada Minggu (25/10/2020), Putin mengatakan kepada Trump bahwa dia tidak melihat ada unsur kejahatan dalam bisnis yang dilakukan oleh Biden. Hal itu, menandai Rusia menarik diri terhadap serangan politik Tump kepada Biden.

Melansir Reuters pada Senin (26/10/2020), pernyataan Putin itu menanggapi pernyataan Trump selama debat capres AS di televisi dengan penantang Demokrat Joe Biden menjelang pemilihan 3 November.

Baca juga: Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Dalam debat itu, Trump membuat tuduhan bahwa Biden dan putranya, Hunter, terlibat dalam praktik bisnis tidak etis di Ukraina.

Namun, dilaporkan tidak ada bukti yang diverifikasi untuk mendukung tuduhan tersebut, dan Joe Biden menyebut para penuduhnya salah dan tidak dapat dipercaya.

Putin dahulu pernah memuji Trump karena niatnya yang ingin menjalin hubungan lebih baik dengan Moskwa.

Saat ini, Putin mengklaim akan bekerjasama dengan siapa saja pemimpin AS, bersamaan dengan dia mengamati sikap Joe Biden yang disebutnya "retorika tajam anti-Rusia".

Baca juga: Putin Ajak AS Perpanjang Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis

Atas komentarnya dalam debat capres AS yang disiarkan oleh TV pemerintah Rusia pada hari Minggu, Putin tampak kurang ramah terhadap Trump.

Beberapa analisa melihat sikap Putin mencerminkan upaya untuk mendekati kubu Biden, sampai dia memberikan waktunya untuk memberikan komentar publik terhadap tuduhan Trump kepada Biden.

Jelas Putin meruntuhkan tuduhan Trump kepada Biden, yang mana dari komentarnya mengartikan itu adalah tuduhan palsu.

Baca juga: Trump Puji Kim Jong Un dan Putin, Apa Katanya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X