Embargo Senjata Iran Resmi Berakhir, Teheran Nyatakan Tak akan Berfoya-foya

Kompas.com - 18/10/2020, 14:49 WIB
Foto tertanggal 18 Juni 2020 yang diunggah militer Iran menunjukkan, sebuah rudal sedang diluncurkan dalam uji coba. Media pemerintah Iran IRNA melaporkan, uji coba dilakukan dalam latihan Angkatan Laut Iran di Teluk Oman dan utara Samudra Hindia. IRNA juga menyebut rudal ini dapat menempuh jarak 280 kilometer. IRANIAN ARMY via APFoto tertanggal 18 Juni 2020 yang diunggah militer Iran menunjukkan, sebuah rudal sedang diluncurkan dalam uji coba. Media pemerintah Iran IRNA melaporkan, uji coba dilakukan dalam latihan Angkatan Laut Iran di Teluk Oman dan utara Samudra Hindia. IRNA juga menyebut rudal ini dapat menempuh jarak 280 kilometer.

TEHERAN, KOMPAS.com – Iran menyatakan tidak perlu membeli senjata secara besar-besaran setelah embargo senjata oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berakhir secara resmi.

Embargo senjata terhadap Iran berakhir pada Minggu (18/10/2020) berdasarkan kesepatan nuklir yang ditandatangi pada 2015 sebagaimana dilansir dari Reuters.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Iran, Rusia, China, Jerman, Perancis, dan Amerika Serikat ( AS) untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa negara tersebut telah mandiri dalam bidang pertahanan.

Baca juga: Ketika Dunia Khawatir Gelombang Kedua Corona, Iran Hadapi Gelombang Ketiga

Pihaknya menyatakan doktrin pertahanan Iran didasarkan atas ketergantungannya terhadap rakyat dan kemampuan dalam negeri.

“Senjata non-konvensional, senjata pemusnah massal, dan berfoya-foya membeli senjata, tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang disiarkan oleh media pemerintah.

Di sisi lain, AS yang dipimpin oleh Donald Trump menentang keras pencabutan embargo senjata Iran.

Washington berusaha agar embargo senjata terhadap Teheran dilangsungkan secara permanen.

Baca juga: Jelang Berakhirnya Embargo Senjata, Iran Ejek AS

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB menolak tawaran AS untuk memperpanjang embargo senjata konvensional di negara itu.

Halaman:

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X