Eropa Kutuk Persetujuan Israel Bangun Ribuan Permukiman Baru di Seluruh Tepi Barat

Kompas.com - 16/10/2020, 22:41 WIB
Israel berencana menganeksasi Tepi Barat Yordan. DW IndonesiaIsrael berencana menganeksasi Tepi Barat Yordan.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Kekuatan Eropa pada Jumat (16/10/2020) mengutuk keputusan Israel untuk menyetujui ribuan lebih permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, menyebutnya sebagai langkah "kontraproduktif" yang merusak upaya perdamaian regional.

"Perluasan permukiman melanggar hukum internasional dan selanjutnya membahayakan kelangsungan solusi dua negara untuk mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi untuk konflik Israel-Palestina," kata pernyataan bersama dari menteri luar negeri Jerman, Perancis, Amerika Serikat, Ingris, Italia dan Spanyol.

Melansir Al Jazeera pada Jumat (16/10/2020), mereka semua mendesak penghentian segera pembangunan permukiman yang direncanakan.

"Seperti yang telah kami tekankan langsung dengan pemerintah Israel, langkah itu selanjutnya merusak upaya untuk membangun kembali kepercayaan antara para pihak dengan maksud untuk melanjutkan dialog," kata mereka.

Baca juga: Israel Perluas Kedudukan di Tepi Barat, Sebulan Setelah Perjanjian Damai dengan Palestina.

Pada pekan ini, Israel menyetujui pembangunan lebih dari 3.000 rumah pemukim di seluruh Tepi Barat yang didudukinya, mengakhiri jeda 8 bulan dalam upaya mereka untuk perluasan pemukiman di sana.

Di bawah hukum internasional, pemukiman dianggap ilegal. Pejabat Palestina dan banyak komunitas internasional memandang langkah Israel sebagai hambatan utama untuk solusi dua negara yang layak.

Menurut Peace Now, kelompok pengawas pemukiman, menyebutkan bahwa persetujuan terbaru dalam meningkatkan jumlah rumah pemukiman yang akan dimajukan tahun ini menjadi lebih dari 12.150.

"Persetujuan ini menjadikan 2020 tahun tertinggi untuk pembangunan unit rumah dalam rencana penyelesaian promosi sejak Peace Now mulai mencatat pada 2012," kata pengawas itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Menlu AS Mike Pompeo Desak Arab Saudi untuk Berdamai dengan Israel

Pengkhianatan

Para menteri Eropa mengatakan peningkatan lebih banyak permukiman akan menjadi "langkah kontraproduktif, mengingat perkembangan positif dari perjanjian normalisasi yang dicapai antara Israel, Uni Emirat Arab dan Bahrain".

UEA dan Bahrain pada pertengahan September menyisihkan beberapa dekade permusuhan dengan Israel untuk menandatangani kesepakatan yang ditengahi AS untuk menormalkan hubungan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Gajah Makan Plastik, Sri Lanka akan Buat Parit dan Pagar Listrik

Cegah Gajah Makan Plastik, Sri Lanka akan Buat Parit dan Pagar Listrik

Global
Detail Baru Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Konvoi Disergap Bom dan Penembak Jitu

Detail Baru Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Konvoi Disergap Bom dan Penembak Jitu

Global
Dituduh Pakai Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Terus Ditekan OPCW

Dituduh Pakai Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Terus Ditekan OPCW

Global
Menantu Trump akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

Menantu Trump akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

Global
Bocah 8 Tahun Tewas Tersetrum Listrik Saat Sentuh Kabel Dekorasi Pohon Natal yang Rusak

Bocah 8 Tahun Tewas Tersetrum Listrik Saat Sentuh Kabel Dekorasi Pohon Natal yang Rusak

Global
Kabinet Joe Biden, Menteri Keuangan AS bakal Dijabat Wanita untuk Pertama Kalinya

Kabinet Joe Biden, Menteri Keuangan AS bakal Dijabat Wanita untuk Pertama Kalinya

Global
[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

Global
Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Global
Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Global
Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Global
Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Global
Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang 'Baru dan Rumit'

Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang "Baru dan Rumit"

Global
Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Global
jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

Global
Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Global
komentar
Close Ads X