Kompas.com - 04/10/2020, 22:55 WIB
Paus Fransiskus merayakan Misa di ruang bawah tanah Basilika Santo Fransiskus, di Assisi, Italia, Sabtu, 3 Oktober 2020. AP/Divisione Produzione FotograficaPaus Fransiskus merayakan Misa di ruang bawah tanah Basilika Santo Fransiskus, di Assisi, Italia, Sabtu, 3 Oktober 2020.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengatakan pandemi virus corona telah membuktikan bahwa “teori ajaib” tentang kapitalisme telah gagal dan bahwa dunia membutuhkan jenis politik baru yang mendorong dialog dan solidaritas serta menolak perang dengan segala cara.

Paus Fransiskus pada Minggu (4/10/2020) memaparkan visinya untuk dunia pasca-Covid dengan menyatukan elemen inti dari ajaran sosialnya ke dalam surat ensiklik barunya kepada para uskup Katolik, "Fratelli Tutti" (Semua Bersaudara).

Dokumen tersebut mengambil inspirasi dari ajaran Santo Fransiskus dan khotbah Paus sebelumnya tentang ketidakadilan ekonomi global dan kehancuran planet ini dan menyambungkan seruannya untuk solidaritas manusia yang lebih besar untuk mengatasi masalah saat ini.

Dalam surat itu, Paus Fransiskus menolak bahkan doktrin Gereja Katolik sendiri yang membenarkan perang sebagai alat pertahanan yang sah, dengan mengatakan bahwa itu telah diterapkan terlalu luas selama berabad-abad dan tidak lagi dapat dijalankan.

Baca juga: Didesak untuk Kecam China, Paus Fransiskus Enggan Temui Menlu AS

“Saat ini sangat sulit untuk menggunakan kriteria rasional yang diuraikan pada abad-abad sebelumnya untuk berbicara tentang kemungkinan 'perang yang adil,'" tulis Paus Fransiskus dalam surat yang paling kontroversial itu.

Fransiskus telah menulis surat ensiklik, ini yang ketiga dari masa kepausannya, sebelum virus corona menyerang dan mengubah segalanya mulai dari ekonomi global hingga kehidupan sehari-hari.

Dia mengatakan bahwa pandemi, bagaimanapun, telah mengonfirmasi keyakinannya bahwa lembaga politik dan ekonomi saat ini harus direformasi untuk memenuhi kebutuhan sah orang-orang yang paling dirugikan oleh virus corona.

“Selain cara berbagai negara menanggapi krisis yang berbeda, ketidakmampuan mereka untuk bekerja sama menjadi sangat jelas,” tulis Fransiskus.

"Siapapun yang berpikir bahwa satu-satunya pelajaran yang bisa diambil adalah kebutuhan untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan, atau untuk memperbaiki sistem dan peraturan yang ada, adalah menyangkal kenyataan."

Baca juga: Pimpin Doa Angelus, Paus Fransiskus Doakan Perdamaian untuk Wilayah Kaukasus

Dia mengutip hilangnya jutaan pekerjaan yang parah akibat virus sebagai bukti perlunya para politisi mendengarkan gerakan populer, serikat pekerja dan kelompok yang terpinggirkan dan untuk membuat kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih adil.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan 124 Ular di Sekelilingnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan 124 Ular di Sekelilingnya

Global
Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan terhadap Delta dan Omicron hingga 90 Persen

Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan terhadap Delta dan Omicron hingga 90 Persen

Global
UNIK GLOBAL: Wanita Melahirkan 10 Bayi Kembar | Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat

UNIK GLOBAL: Wanita Melahirkan 10 Bayi Kembar | Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat

Global
Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Global
Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Global
Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini 'Resign' lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini "Resign" lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Global
Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Global
ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

Global
Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Global
Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Global
Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Global
Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Global
Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.